Walikota Cirebon Pamit

Walikota Cirebon Subardi, pamit dalam Rapat LKPJ Akhir Masa Jabatan 2008-2013 di Gedung DPRD

Walikota Cirebon Subardi, pamit dalam Rapat Paripurna LKPJ Akhir Masa Jabatan 2008-2013 di Gedung DPRD

(Suara Gratia)Cirebon-Dalam Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggujawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan 2008-2013 (Senin/04/02/2013) di Gedung DPRD Kota Cirebon, Walikota Cirebon Subardi berpamitan kepada seluruh anggota DPRD, Calon Walikota/Wakil Walikota, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, dan seluruh Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Rapat Paripurna Istimewa kali ini merupakan rapat terakhir bagi Subardi, karena selanjutnya tongkat estafet kepemimpinan Kota Cirebon yang diemban selama dua periode (2003-2008/2008-2013), akan diserahkan kepada Walikota/Wakil Walikota terpilih yang secara resmi dilantik pada 16 April 2013 mendatang. Walaupun hanya dihadiri salah satu dari kandidat pasangan Walikota/Wakil Walikota Cirebon (Priatmo Adji, Heru Cahyono, dan Ahmad Azrul Zuniarto), rapat LKPJ ini tetap berjalan lancar sesuai rencana tanpa mengurangi nilai dari rapat itu sendiri.

Subardi mengatakan, pergantian kepemimpinan Walikota/Wakil Walikota merupakan suatu transfer pengalaman, karena beda kepemimpinan berbeda pula cara memimpinnya, tetapi itu semua dilakukan dalam konteks memajukan Kota Cirebon. Ia mengungkapkan, secara pribadi merasa gembira dan bangga karena telah menerima amanat untuk memipimpin warga sekaligus Kota Cirebon. “Saya dan Pak. Sunaryo H.W/Wakil Walikota merasa bangga ketika dipercaya memimpin Kota ini.” Dalam beberapa bulan kedepan, ia berjanji akan menyelesaikan tugasnya sebagai Walikota, karena proses Pemilukada tinggal menghitung hari. Ia menyadari, selama dirinya memimpin masih banyak kekurangan, namun hal ini jangan dijadikan suatu beban dan harus disikapi dengan sebaik-baiknya.

Sejumlah kritikan yang diarahkan baik kepada dirinya maupun kepada jajaran OPD, terkait kurang optimalnya pelayanan kepada masyarakat dijadikan motivasi untuk mendorong kinerja menjadi lebih baik lagi. Subardi berharap kepada Walikota yang baru agar bisa menutupi sisi kelemahan dalam hal pembangunan secara fisik. “Saya sadar kebijakan secara fisik memang lemah, belum bisa membuat pembangunan yang sifatnya spektakuler.” Sementara, menurut Sekda Kota Cirebon Hasanudin Manap, sisi kelemahan dan kekurangan dalam kepemimpnan merupakan sesuatu yang wajar, yang paling penting adalah bagaimana rencana perbaikan kedepan. “Kekurangan itu wajar, tetapi yang paling utama bagaimana kita memperbaiki kedepan.” (Fr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s