Pelelehan Es di Antartika Makin Riskan

METROTVNEWS : Runtuhnya lapisan es di Antartika 14.650 tahun yang lalu menyebabkan permukaan laut naik antara 14 dan 18 meter (46-60 kaki) di seluruh dunia. Sebuah studi yang ditemukan baru-baru ini dapat membantu membuat prediksi perubahan iklim yang lebih akurat.

Para ilmuwan mengatakan, mencairnya es di kutub dapat menaikkan permukaan laut dan mengancam jutaan kehidupan di bumi.

Sejak 1900, permukaan air laut telah meningkat rata-rata sekitar 18 cm (7 inci). Pemanasan global yang cepat akan mempercepat laju peningkatan tersebut.

Para ahli mengatakan, hal ini menjadikan garis pantai dalam keadaan riskan dan memaksa kota dataran rendah untuk membangun pertahanan laut mahal.

Para ilmuwan mengatakan penipisan gletser dan topi es mendorong permukaan air laut naik sebesar 1,5 milimeter per tahun. Para ahli memperkirakan peningkatan akan membesar menjadi dua meter pada tahun 2100.

Kenaikan permukaan laut sangat cepat diperkirakan telah terjadi 14.650 tahun lalu. Tetapi rincian tentang kejadian tersebut belum jelas.

Beberapa catatan level air laut masa lalu menunjukkan ketebalan gletser meleleh sebesar 20 meter dalam waktu kurang dari 500 tahun.

Sebuah tim ilmuwan terdiri dari peneliti Aix-Marseille University, Prancis, dan University of Tokyo, mengklaim telah memecahkan misteri yang dapat menjelaskan perubahan iklim.

Mereka merekonstruksi perubahan permukaan laut dengan menganalisis sampel karang yang dikumpulkan dari terumbu di Tahiti. Mereka pun bisa memperkirakan tingkat dan waktu kenaikan permukaan laut.

“Hasil kami mengungkapkan bahwa kenaikan permukaan laut di Tahiti adalah antara 12 dan 22 meter dengan nilai yang paling mungkin antara 14 dan 18 meter. Lelehan dari belahan bumi selatan (kutub) membangun kontribusi yang signifikan (kenaikan permukaan laut),” kata penulis studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

Mereka menyimpulkan bahwa laju kenaikan permukaan laut lebih dari 40 milimeter per tahun.

Sebuah lembaga iklim PBB, mengatakan semua bangsa akan rentan terhadap gelombang panas, hujan lebat, banjir, dan intensitas kekeringan. (Reuters/Wrt3)

Diterbitkan oleh SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: