Cirebon Waspada Tuberkulosis

(95,9FM-Cirebon) Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, karena penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, penyebarannya pun tergolong cepat. Tidak heran jika sejumlah daerah dengan gencar menyerukan tindakan pencegahan penyakit ini. Salah satunya di Kota Cirebon, sejumlah LSM yang tergabung dalam Paguyuban Cirebon Bersatu, Persatuan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cirebon, bekerja sama dengan Puskesmas Sitopeng Kelurahan Kedungkrisik Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, Rabu (10/10) mengadakan penyuluhan pencegahan dini TBC di Baperkam setempat. Ketua Paguyuban Cirebon Bersatu Morini Basuki, SH mengatakan, mengingat cakupan wilayah Kota Cirebon yang luas dan penyebaran penyakit TBC terjadi hampir di setiap wilayah, maka kegiatan penyuluhan seperti ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah dearah saja. “Mengerjakan kegiatan seperti ini, tidak mungkin sepenuhnya ditangani oleh Dinas Kesehatan, jadi saya melibatkan unsur-unsur masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Cirebon Bersatu,” kata Morini saat ditemui disela-sela acara penyuluhan.

Sementara, Kepala Puskesmas Sitopeng Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon Dr. Evi Wulansari mengatakan, banyak masyarakat yang tidak mengetahui gejala penyakit TBC sehingga penanganannya terlambat. Ia menjelaskan, padahal sangat mudah untuk mengetahui gejala TBC seperti batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu, nyeri di bagian dada, sesak napas, merupakan beberapa gejala seseorang terserang TBC. Ia menyarankan kepada warga setempat jika merasakan gejala seperti ini harus segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. “Sebenarnya TBC merupakan penyakit yang berbahaya, karena dari 1 orang penderita bisa menularkan ke 15 orang, hal ini bisa terjadi dimana saja dan sepanjang tahun.” ungkapnya

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Cirebon Dr. Sahid Fahmi mengatakan, hampir setiap tahun ditemukan penderita TBC di Kota Cirebon, karena selama hampir 10 tahun terakhir jumlah penderita TBC tidak menurun. Ia menjelaskan, penyakit TBC bisa dicegah diantaranya dangan cara memperhatikan kebersihan tempat tinggal, sirkulasi udara dan cahaya yang cukup, serta makan-makanan bergizi. Menurutnya, penderita TBC tersebar merata di seluruh wilayah Kota Cirebon, hanya saja yang paling banyak terdapat di daerah Perumnas, hal ini dikarenakan pemukiman yang padat. Sementara itu, menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Cirebon, sampai Oktober tahun 2012 tercatat sebanyak 250 warga positif menderita TBC.(Fr)

Penulis: SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon 24 JAM ON AIR 0231.230816 0817222959

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: