BNP2TKI Wajibkan TKI Tes Psikologi

Kepala BNP2TKI Mohamad Jumhur Hidayat (kiri) didampingi Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon Deni Agustin (tengah) dan Anggota Komisi IX DPR RI Diana Anwar di Desa Astanalanggar Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon.
Kepala BNP2TKI Mohamad Jumhur Hidayat (kiri) didampingi Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon Deni Agustin (tengah) dan Anggota Komisi IX DPR RI Diana Anwar di Desa Astanalanggar Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menegaskan, akan mengenakan tes psikologi bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ingin bekerja di luar negeri. Hal ini dilakukan, untuk mengurangi dampak psikologi pada saat bekerja di negara tujuan, karena dari sejumlah kasus ditemui TKI yang baru bekerja di luar negeri kerap merasa tidak kerasan dan mudah bosan. Pasalnya, seorang calon TKI tidak hanya membutuhkan persiapan secara fisik saja tetapi persiapan mental juga sangat diperlukan, mengingat negara tujuan memiliki perbedaan dalam banyak hal. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sangat penting dimiliki oleh TKI, karena lingkungan baru akan langsung berpengaruh pada psikologi seseorang.

Dalam Sosialisasi Program Kerja BNP2TKI di Desa Astanalanggar Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu, Kepala BNP2TKI Mohamad Jumhur Hidayat mengatakan, kesiapan psikoligi seseorang sangat penting untuk menempati suatu daerah baru, terlebih bagi TKI yang akan bekerja di luar negeri mau tidak mau dan suka tidak suka mereka akan langsung bersentuhan dengan kebudayaan yang sangat jauh berbeda di negara asalnya. Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya akan memberlakukan tes psikologi bagi calon TKI. “Dalam satu atau dua bulan ke depan atau paling lambat tahun ini paling tidak, kita akan mengadakan sistem pemeriksaan psikologi atau psikotes untuk seluruh calon TKI. Kadang-kadang orang sudah terampil, sudah sehat dan cerdas. Tetapi begitu sampai di negeri orang dia tidak betah”. Ia melanjutkan, sejumlah peraturan sudah disiapkan dari pusat hingga daerah. Sementara, Jumhur mengungkapkan, jumlah TKI yang bekerja di sektor formal mengalami peningkatan sebanyak 52%. “Jumlah TKI yang bekerja di perindustrian, pertambangan, perkebunan, perhotelan, retail dll mengalami peningkatan cukup signifikan”.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon Deni Agustin menyambut baik rencana pemerintah tersebut. “Ke depan TKI yang berangkat perlu dipersiapkan dengan matang, secara fisik dan mental. Karena mereka disana akan menghadapi budaya dan bahasa yang berbeda”. Ia menambahkan, sebelum berangkat calon TKI akan melewati sejumlah proses persiapan seperti persiapan mental, skill, dan persiapan kemampuan berkomunikasi dengan baik. (Fr)

Iklan

Penulis: SUARA GRATIA 95,9 FM

Jl. Setiabudi 31 Cirebon Jawa Barat - Indonesia 0231.230816 0817222959 Nomer Rekening Pelayanan / Donasi BCA 314.079.9590 PT. Radio Swara Mulya Afrindo Rekatama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: