Pelabuhan Cirebon Berpotensi Menjadi Pintu Gerbang Prekonomian Jabar Timur

Wakil Gubernur Jabar Dedi Mizwar
Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar

(Suara Gratia) Cirebon – Agar percepatan peningkatan perekonomian di wilayah Jawa Barat Bagian Timur cepat terealisasi, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mendorong Pelabuhan Cirebon dijadikan pelabuhan internasional atau pelabuhan samudera. Keberadaan Pelabuhan di Cirebon akan melengkapi fasilitas infrastruktur lainnya seperti Bandara Kertajati dan jalur tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu), sehingga perekonomian di wilayah Jabar Timur yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu (Ciayumajakuning) dapat berjalan baik dan merata.

Ditemui di sela-sela Focus Grup Discussion Grand Design Tata Ruang Ciayumajakuning sebagai Pintu Gerbang Perekonomian Jabar, di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Deddy Mizwar mengatakan, untuk mengubah Pelabuhan Cirebon menjadi salah satu pendukung percepatan ekonomi di Jabar Timur dibutuhkan tim yang solid. Selain itu, masyarakat disekitarnya pun harus disiapkan untuk menerima kultur industri agar mereka tidak termajinalkan. “Wilayah Ciayumajakuning selama ini memiliki sejumlah industri yang menopang perekonomian masyarakatnya. Di antaranya perikanan, kerajinan batik, rotan, dan lainnya”. Namun begitu, masyarakat miskin di wilayah ini pun masih berjumlah ratusan ribu. Tercatat setidaknya 853.692 rumah tangga sasaran (RTS) miskin dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 6,94%.

Dorongan atas keberadaan pelabuhan laut di wilayah Ciayumajakuning juga disampaikan Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat maupun Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar, Agung Sutikno. Menurut dia, selama ini aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 60% barangnya berasal dari Jabar. Pengusaha terutama membutuhkan pelabuhan laut dan udara selain di Tanjung Priok mengingat proses bongkar muat di sini sudah memakan waktu. Bahkan pihaknya sudah pernah mengusulkan langsung kepada Presiden RI.

Ketua Forum Ekonomi Jabar, Yayat Priatna pun menyebutkan, Pelabuhan Cirebon berpotensi mendukung kegiatan di Tanjung Priok. Selama ini, Pelabuhan Cirebon hanya difungsikan sebagai jalur perdagangan antar pulau, belum sampai aktivitas ekspor impor seperti halnya Tanjung Priok. “Kendalanya memang selama ini karena kedalaman laut di sekitar Pelabuhan Cirebon belum memadai, selain juga terjadinya penumpukan container sehingga mengurangi ruang di pelabuhan ini”.

Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno sendiri beharap, Pelabuhan Cirebon dapat berfungsi optimal dan terutama mendatangkan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti menyerap tenaga kerja warga sekitarnya. “Selama ini keberadaan Pelabuhan Cirebon tidak memberi kontribusi apapun kepada daerah, baik finansial maupun pemanfaatan sumber daya manusia. Tidak ada yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), paling hanya pajak saja dan itu pun karena memang wajib”.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s