Antisipasi Banjir, Tiga Sungai di Cirebon Dikeruk

Setelah lebih dari 20 tahun, pengerukan sungai di Kota Cirebon baru dilakukan sejak kemarin.
Setelah lebih dari 20 tahun, pengerukan sungai di Kota Cirebon baru dilakukan sejak kemarin.

(Suara Gratia)Cirebon – Tiga titik sungai di Kota Cirebon yang termasuk wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, dikeruk untuk yang pertama kalinya. Pengerukan ini yang pertama dilakukan setelah 20 tahun didiami endapan lumpur, sehingga menimbulkan sedimentasi atau pendangkalan sungai yang cukup parah. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Kementerian Pekerjaan Umum, mengalokasikan dana sebesar Rp 800 juta untuk melakukan pengerukan dengan alat berat berupa ponton (Amfibi), maupun secara manual melalui program padat karya yang dilaksanakan oleh sekitar 100-an warga.

Saat melakukan peninjauan pengerukan sungai, Walikota Cirebon Ano Sutrisno mengungkapkan, ketika musim hujan tiba Kota Cirebon termasuk dalam kawasan yang kerap tergenang air. Sedikitnya ada 18 titik rawan banjir, di antaranya Sungai Sukalila, Sungai Cikalong, dan Sungai Cikenis. “Ketiga titik sungai itulah yang tahun ini diprioritaskan pengerukannya melalui dua cara, yakni dengan alat berat dan manual”. Pengerukan menggunakan alat berat di muara Sungai Sukalila Kota Cirebon dilakukan sejak kemarin, dan pengerukan secara manual dilakukan warga sepanjang aliran sungai Sukalila-Sijarak sepanjang empat kilometer.

Ano menjelaskan, pendangkalan yang terjadi saat ini sangat tebal hingga mencapai dua meter berupa sampah dan lumpur, hingga pengerukkannya pun tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung. “Sejauh ini pengerukan dilakukan karena sedimentasi yang tinggi di dasar sungai. Ini karena memang sudah bertahun-tahun tak dikeruk”. Menurutnya, pengerukan menggunakan alat berat bisa menghabiskan waktu selama satu minggu kedepan. Setelah pengerukan, pihaknya akan melakukan pembenahan pada sistem pembuangan air atau drainase yang selama ini kondisinya sudah sangat buruk. Selain itu, pihaknya juga akan berupaya memberikan sosialisasi penyadaran terhadap masyarakat untuk mengubah perilakunya terhadap sungai.

Sementara, Kepala Satgas Banjir BBWS Cimanuk-Cisanggarung Kasno menyebutkan, Sungai Sukalila merupakan salah satu aliran sungai yang vital. “Ketika air di Sukalila overload, genangannya bisa mengalir ke sekitar Cipto Mangunkusumo (pusat kota) dan banjir di sana”. Dirinya mengakui, selain pendangkalan, faktor lain yang mempengaruhi sedimentasi sungai-sungai di Kota Cirebon di antaranya adalah perilaku membuang sampah sembarangan ke dalam sungai hingga adanya bangunan di bantaran sungai. Meski begitu, dia mengungkapkan, apa yang dialami Kota Cirebon saat musim penghujan bukanlah banjir melainkan genangan air saja. “Dalam hal ini, Kota Cirebon terletak di tepi pantai sehingga memungkinkan terjadinya genangan air besar, terutama saat terjadinya rob”. Kasno menambahkan, pengerukan baru bisa dilakukan tahun ini karena sebelumnya terkendala oleh anggaran yang sangat minim.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s