Calon Bupati Cirebon Deklarasikan Kampanye Damai

Deklarasi Damai Calon Bupati Cirebon di MAsjid Agung Sumber.
Deklarasi Damai Calon Bupati Cirebon di Masjid Agung Sumber.

(Suara Gratia)Cirebon – Enam pasangan calon bupati dan wakil bupati Cirebon, Moh Insyaf Supriadi-Darusa, Sunjaya Purwadi-Tasiya Soemadi, Mohamad Luthfi-Ratu Raja Arimbi Nurtina, Nurul Qomar-Subhan, Ason Sukasa-Elang Kusnandar, dan Raden Sri Heviyana Supardi-Rakhmat, sepakat menggelar kampanye damai. Sebelumnya, mereka melakukan doa bersama di Masjid Agung Sumber Kabupaten Cirebon, bersama massa pendukungnya masing-masing. Dari kampanye damai tersebut, ada sejumlah kesepakatan yang diraih diantaranya adalah, selain sepakat menjaga wilayah Kabupaten Cirebon selama berlangsungnya kampanye, pemungutan suara, hingga penghitungan suara, mereka juga siap menerima sanksi baik administrasi maupun hukum jika melakukan pelanggaran. Satu persatu calon menandatangani deklarasi pemilu damai siap dipilih dan tidak dipilih dalam Pilkada Kabupaten Cirebon 2013.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon Iding Wahidin menyatakan, deklarasi damai diseenggarakan di masjid merupakan upaya pengingat bagi para calon pasangan maupun masyarakat luas. “Cirebon merupakan Kota Wali. Pilkada bukan hanya kegiatan kemasyarakatan, karena tak bisa dilepaskan dari jasa para wali, salah satunya Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)”.

Salah satu amanah yang terkenal dari Sunan Gunung Jati di tengah masyarakat Cirebon yakni “Isun Titip Tajug lan Fakir Miskin”. Oleh karena itu, kepala daerah diminta untuk memperhatikan masjid dan fakir miskin. Jangan sampai ada masjid yang kumuh dan warga yang miskin di Kabupaten Cirebon. Selain itu, pemilihan masjid sebagai lokasi doa juga sebagai pengingat bagi para calon kepala daerah di mana segala upaya yang dilakukan tak lepas dari kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, salah satu calon Bupati Cirebon, Moh Insyaf Supriadi mengungkapkan rencana kampanye terbuka yang akan dilakukannya, bisa berupa metode door to door maupun pengumpulan massa di satu tempat. “Untuk putaran pertama, kami berencana menggelar aksi simpatik dengan mendatangi warga. Sedangkan putaran kedua, kemungkinan pengumpulan massa secara terbuka”

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Cirebon, Nunu Sobari mengingatkan para calon yang akan menggelar kampanye terbuka dengan pengumpulan massa di jalan-jalan untuk tetap memperhatikan aturan lalu lintas. Sejauh ini menurut dia, rata-rata para calon melakukan kampanye dengan metode blusukan. “Kami imbau para calon dan peserta kampanye menaati aturan lalu lintas serta tak melibatkan anak-anak,” kata dia ditemui usai doa bersama.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s