JK : “Pengusaha Indonesia Harus Berani dan Mandiri”

Jusuf Kalla (kiri) menyerahkan cinderamata kepada walikota Cirebon Ano Sutrisno (kanan) dalam Seminar Nasional "Membangun Perekonomian Rakyat Melalui Wirausaha Kreatif Menuju Masyarakat Mandiri dan Sejahtera".
Jusuf Kalla (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Walikota Cirebon Ano Sutrisno (kanan) dalam Seminar Nasional “Membangun Perekonomian Rakyat Melalui Wirausaha Kreatif Menuju Masyarakat Mandiri dan Sejahtera”.

(Suara Gratia)Cirebon – Dukungan pemerintah terhadap usaha kecil dan menengah, belum terserap dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, masih banyak pengusaha lokal di daerah atau penguasaha kelas menengah kebawah masih terseok-seok dalam mempertahankan usahanya. Sejumlah program kredit dari perbankan dan pemerintah yang pro rakyat kecil, nyatanya belum menjadi solusi terbaik bagi perkembangan usaha yang berbasis kerakyatan. Pasalnya, masyarakat kelas bawah masih kesulitan mengakses keuangan karena terbentur adanya kesulitan prosedur kredit perbankan, suku bunga yang tinggi, dan perbankan belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat menengah kebawah dalam mengucurkan kreditnya.

Hal inilah, yang menjadi penghambat kemajuan perekonomian di suatu daerah. Hal ini terungkap dalam Seminas Nasional “Membangun Perekonomian Rakyat Melalui Wirausaha Kreatif Menuju Masyarakat Mandiri dan Sejahtera” di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon.

Hadir sebagai pemateri Jusuf Kalla menyatakan, pendidikan yang tinggi tidak menjamin kesuksesan seseorang, tetapi pengalaman memiliki peran penting dalam kesuksesan. Selain itu, di Indonesia dibutuhkan pengusaha yang berani dan mandiri.  Dalam kesempatan ini, dirinya memberikan beberapa kiat untuk pengusaha di Indonesia yakni pengalaman dalam keluarga, profesi yang dijalani, dan mulai dari nol dengan keberanian. “Banyak pengusaha sukses yang hanya sampai sekolah dasar”. Menurutnya, pengusaha kecil dan pengusaha besar memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan usahanya, tetapi kenyataannya pengusaha besar lebih cepat berkembang daripada pengusaha kecil.

Dirinya menambahkan, tidak ada peraturan perundangan yang dapat memajukan pengusaha. Seandainya ada, maka di Indonesia akan banyak pengusaha-pengusaha yang maju, karena di Indonesia terdapat banyak sekali peraturan perundangan dalam bidang ekonomi. “Peraturan ekonomi kita banyak sekali dan kadang saling bertentangan. Jadi jangan banyak pertimbangan lakukan saja”.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s