Pemkot Cirebon Tegakkan Perda Miras

Puluhan miras impor hasil operasi Pekat yang dilakukan Polsek Selatan Timur Polres Cirebon Kota, beberapa waktu lalu.
Puluhan miras impor hasil operasi Pekat yang dilakukan Polsek Selatan Timur Polres Cirebon Kota, beberapa waktu lalu.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon sejak Selasa (24/9) kemarin, telah memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Pelarangan Peredaran Penjualan dan Konsumsi Minuman Beralkohol (Mihol) Nomor 4 Tahun 2013, sehigga tanpa kecuali, pihak manapun seperti hotel berbintang, supermarket, minimarket, gudang penyimpanan, maupun warung, tidak lagi dibenarkan menyediakan mihol hingga 0%. Namun, hingga penertiban yang dilakukan pada batas akhir waktu Selasa (24/9), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon masih menemukan gudang yang menyimpan mihol.

Kepala Satpol PP Kota Cirebon Andi Armawan menyebutkan, saat menggelar operasi penegakan Perda Mihol yag berlaku efektif sejak kemarin, bersama TNI dan Polri, pihaknya berhasil menemukan satu dus berisi minuman keras ilegal di kawasan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk. Namun, ketika petugas menyusuri sejumlah supermarket besar pihaknya tak menemukan satu pun botol mihol disimpan maupun dijual kepada umum. “Per Selasa (24/9) pihak manapun yang memiliki izin menjual dan mengedarkan mihol kami cabut legalitasnya. Dengan kata lain, mulai hari ini sudah tak ada lagi perizinan mihol, dan kami akan menyita jika menemukannya,” jelas Andi.

Andi melanjutkan, selain dalam rangka penegakan perda operasi itu sekaligus menjadi kegiatan sosialisasi kembali atas perda yang diberlakukan Pemkot Cirebon. Dirinya megakui, sudah melakukan sosialisasi terkait pemberlakuan Perda tersebut, baik secara tertulis maupun langsung kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan beroperasi ke hotel-hotel maupun kafe. Selain mihol, pihaknya juga mengawasi peredaran dan penjualan miras oplosan seperti tuak dan ciu yang belakangan marak tersedia di warung-warung.

Dia menegaskan, sekalipun ada pihak tertentu yang menggugat perda tersebut, Satpol PP tetap akan menertibkan peredaran dan penjualannya, berkoordinasi dengan aparat berwenang lainnya. “Kami tidak akan main-main karena melihat alasan awal pembuatan perda ini kuat. Kenyataannya memang tak sedikit aksi kriminal yang dilakukan anak-anak di bawah umur akibat pengaruh mihol,” tegasnya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Cirebon Cecep Suhardiman, meminta semua pihak yang memiliki izin peredaran dan penjualan untuk menarik mihol sebagai langkah kongkrit dalam implementasi perda tersebut. Lebih jauh diharapkan, implementasi perda itu sendiri berjalan tertib dan dipahami semua pihak. “Ini kan demi kebaikan semua orang, sebagaimana tujuan awal perda ini dibuat,” terangnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s