Pemkot Cirebon Seriusi Pembangunan Ruang Terbuka Hijau

Walikota Cirebon Ano Sutrisno.
Walikota Cirebon Ano Sutrisno.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemkot Cirebon akan mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan di beberapa titik bagi pembuatan ruang terbuka hijau (RTH) pada tahun anggaran 2014 mendatang. Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno mengatakan, sudah waktunya pemerintah menseriusi kekurangan RTH yang selama ini dialami kawasan perkotaan. Mengingat, pesatnya pembangunan di perkotaan kerap membuat RTH kemudian diabaikan bahkan dilupakan perwujudannya. “Tahun 2014 akan kami anggarkan dalam APBD untuk pembebasan lahan bagi pembangunan RTH” tegas dia.

Dia menambahkan, penganggaran itu akan dilakukan bertahap mengingat pembuatan RTH pun direncanakan tersebar di wilayah kota. Pihaknya sengaja merancang pembangunan RTH secara tersebar mengingat wilayah kota sendiri terbilang sempit. Dia mengatakan, tidak ada lagi lahan yang memadai saat ini apabila RTH dipusatkan di satu titik saja. Mantan sekretaris daerah Kota Cirebon ini mengakui, sejak lama RTH di kota yang kini dipimpinnya itu belum ideal. Saat ini setidaknya baru tercapai sekitar 9% dari ideal 30%. Selain ketiadaan lahan yang memadai, juga belum idealnya persentase RTH di Kota Cirebon disebabkan lemahnya pengawasan dalam perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). “Investor kan sebelum membangun tempat bisnisnya diwajibkan memenuhi izin amdal. Terkadang memang dipenuhi, tapi kemudian pengawasannya tidak berjalan efektif,” bebernya.

Ano mengingatkan, investor pun harus memiliki kesadaran dalam merealisasikan izin amdal tersebut. Apalagi, terkait lingkungan bukan hanya tugas satu pihak, di mana investor pun memiliki kewajiban besar memperhatikannya. “Jangan tunggu pengawas saja baru RTH-nya  diperhatikan. Setelah itu diabaikan lagi. RTH tugas semua pihak, investor dan masyarakat pula” pungkasnya.

Sementara, Kepala Seksi Amdal Kantor Pengelola Lingkungan Hidup Kota Cirebon Abing Rijadi mengungakapkan, sesungguhnya masih banyak potensi RTH yang terabaikan. Di antaranya bantaran sungai Cimanuk di Tuparev, kawasan perbatasan Kota Cirebon-Kabupaten Cirebon, Taman Kota Krucuk yang hingga kini belum diserahterimakan resmi dari Pemprov Jabar, hingga lahan tidur lainnya. “Banyak lahan tidur, seperti di kawasan Pegambiran yang sebenarnya bisa diubah menjadi RTH. Kemudian, penyediaan RTH 10% bagi setiap developer perumahan yang belum dilaksanakan mereka secara optimal” tuturnya.

Dia meyakinkan, pengawasan pihaknya terhadap amdal telah dilaksanakan optimal. Setiap pihak swasta yang tidak memenuhi kewajibannya menyediakan RTH 10%, dipastikan ditegur untuk segera membangunnya. Kalaupun tak bisa membangun RTH karena ketiadaan lahan, pihaknya menerapkan metode alternatif salah satunya melalui kebijakan sumbangan pohon dari pihak swasta.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s