Warga Pesisir Tolak Pendirian Tower Sinyal di Atas Masjid

DPRD Kota Cirebon dan pihak terkait, menerima pernyataan penolakan warga terkait pendirian Tower Sinyal di atas Masjid.
DPRD Kota Cirebon dan pihak terkait, menerima pernyataan penolakan warga terkait pendirian Tower Sinyal di atas Masjid.

(Suara Gratia)Cirebon – Puluhan warga dari RW 01, RT 01 dan RT 02 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon. Mereka meminta kejelasan dan kebijakan pemerintah setempat terkait pendirian Tower/Antene Sinyal. Pasalnya, tower milik PT Protelindo setinggi enam meter ini didirikan di atas Masjid Nur Iman, dan proses perizinannya dinilai cacat hukum karena warga sekitar tidak dilibatkan dalam proses perizinan. Selain itu, Tower yang didirikan di atas Masjid ini pun dikhawatirkan akan mengancam keselamatan warga dan radiasi sinyalnya dapat mengganggu warga sekitar. Bangunan Masjid yang sehari-hari digunakan warga untuk beribadah, juga difungsikan untuk sarana pendidikan agama Islam.

Salah satu warga RW 01 Pesisir Said Sudrajat (58 tahun) mengungkapkan, alasan warga sekitar menolak pendirian Tower tersebut karena tidak sesuai dengan azas kepatutan dan tidak berkoordinasi dengan warga. “Yang sangat menyakitkan warga adalah kita tidak pernah diajak bersosialisasi untuk proses perizinan. Yang dekat tidak dimintai tanda tangan sedangkan yang jauh dimintai tanda tangan” jelasnya. Pihaknya mengaku kecewa, karena bangunan yang kini disebut Tower/Antene Sinyal tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, bahwa di atas Masjid itu akan dibuatkan pengeras suara atau toa. “Sebelumnya, dalam audience dengan pihak Kecamatan kita sepakat. Tetapi, ini kan diluar perencanaan kalau mau bikin toa kan tidak seperti ini rancangannya. Jadi kita merasa dizolimi” ungkapnya.

Sementara, warga lainnya dari RW 02 RT 01 Yanto meminta, Tower yang pendiriannya tidak sesuai dengan aturan ini untuk segera dibongkar. Karena menurutnya, tidak ada azas manfaatnya bagi warga, hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja yaitu pihak pengusaha dan pengelola Masjid Nur Iman. “Yang dilibatkan perizinan hanya orang-orang tertentu saja, kami sebagai warga yang sah tinggal di sekitar Tower justru tidak dimintai izin” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno memberikan ultimatum kepada pemilik Tower agar meninjau ulang proses perizinan dan menghentikan sementara kegiatan pembangunan Tower sampai ada hasil kajian teknis dari pihak terkait. “Kami akan menyampaikan surat resmi kepada Walikota untuk meninjau ulang proses perizinannya” bebernya. Ia menegaskan, pengusaha juga harus mengerti mengenai azas kepatutan pendirian bangunan, karena mendirikan Tower/Antene Sinyal di atas Masjid merupakan sesuatu yang kurang dapat diterima oleh warga. “Pengusaha juga harus tahu tempat mana yang layak untuk mendirikan bangunan yang sesuai dengan fungsi dan estetikanya” pintanya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s