Tak Puas Hasil Pilkada, Kantor KPU Kabupaten Cirebon Dirusak

Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Irman Sugema.Foto:CirebonNews
Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Irman Sugema.Foto:CirebonNews

(Suara Gratia)Cirebon – Polres Cirebon Kabupaten memeriksa sejumlah saksi atas aksi pengrusakan di kantor KPU Kabupaten Cirebon pasca rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kabupaten Cirebon. Pengrusakan diduga dilakukan sekelompok orang yang tak puas terhadap hasil pleno di mana KPU memutuskan Pilkada Kabupaten Cirebon akan memasuki putaran kedua. Salah satu saksi yang diperiksa yakni calon wakil bupati Tasiya Soemadi dari PDIP.

Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Irman Sugema, membenarkan pemanggilan tersebut. Menurutnya, pemanggilan Tasiya masih sebatas sebagai saksi yang menurut penyidik mengetahui aksi pengrusakan tersebut. “Statusnya masih sebagai saksi. Kami akan panggil semua orang yang mengetahui atau melihat kejadian itu dan akan kami dalami sebelum mengetahui pelakunya” tuturnya. Ia menjelaskan, aksi pengrusakan terutama terjadi di ruang ketua KPU. Di antaranya aksi pecah kaca meja kerja, hingga mengacak-acak ruangan. Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul 16.00 WIB usai pleno digelar, di Asrama Haji Watubelah Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon.

Saat itu, sejumlah simpatisan pasangan calon Sunjaya-Tasiya mencoba merangsek masuk gedung asrama untuk memprotes ketetapan KPU. Mereka menuding KPU tak profesional. Rupanya, gagal menemui jajaran KPU membuat sebagian massa langsung menuju kantor KPU di lokasi terpisah dan melakukan aksi pengrusakan tersebut. Menurutnya, sebenarnya pagi sebelum pleno digelar sudah ada komitmen dari setiap pasangan calon untuk menjaga kondusivitas bersama-sama. Bahkan, komitmen itu telah disepakati sebelum pungutan suara sendiri digelar.

“Makanya kami menyayangkan kejadian ini. Mekanisme pilkada kan sudah ada, elit politik seharusnya mengikutinya dan menjaga kondusivitas, bukan hanya di tingkat elit tapi juga di tataran massa pendukung maupun parpolnya. Keamanan kan tanggung jawab bersama” jelasnya. Aksi pengrusakan itu sendiri, telah masuk tindakan pidana di mana menurut hukum tidak dapat dibenarkan. Namun dia mengatakan, masih butuh proses pendalaman lebih jauh.

Sejauh ini, kepolisian sendiri telah mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya pecahan kaca meja, asbak, vas bunga, dan lainnya. Imbas kejadian itu pun membuat kepolisian menjaga kantor KPU.

Sebelumnya, Pilkada Kabupaten Cirebon ditetapkan dua putaran, setelah dalam rapat pleno perhitungan suara yang digelar KPU Kabupaten Cirebon diketahui tak ada satu pun dari enam pasangan calon bupati dan wakil bupati yang meraih 30% suara sah.(Frans C. Mokalu)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s