Pangdam III/Siliwangi : “TNI harus netral”

Pangdam III/Siliwangi Mayjend Dedi Kusnadi Thamim di Cirebon.
Pangdam III/Siliwangi Mayjend Dedi Kusnadi Thamim di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Hari ini, Rabu 06 Nopember 2013 Pangdam III/Siliwangi Mayor Jendral Dedi Kusnadi Thamim beserta Ibu Ketua Persit KCK PD III/Siliwangi melakukan kunjungan kerja di Komando Resort Militer (Korem) 063/Sunan Gunung Jati Cirebon. Kedatangan Pangdam III/Siliwangi dan rombongan disambut dengan upacara Pedang Pora dan ditemui langsung oleh Danrem 063/SGJ, Walikota Cirebon, Kapolres Cirebon Kota, Dandim 0614, Dandim 0620, dan unsur terkait lainnya.

Disela-sela sambutannya Pangdam III/Siliwangi Mayjend Dedi Kusnadi Thamim menjelaskan, kunjungannya ke Cirebon merupakan sebuah kewajiban untuk lebih mengenal seluruh anggota Kodam III dan bersilaturrahmi. “Saya beserta rombongan sesuai dengan program yang harus dikerjakan, ingin mengenal seluruh prajurit yang ada di jajaran Kodam III/Siliwangi,” ujarnya. Dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang serta Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada), dirinya menekankan kepada seluruh anggota TNI harus bersikap netral tidak boleh memihak, karena sudah diatur dalam Undang Undang.

“Kita tidak boleh memberikan atribut, tidak boleh mendukung fasilitas, tidak boleh memberikan sarana dan prasarana untuk kegiatan kampanye,” bebernya. Jika aturan tersebut dilanggar, maka akan dikenakan sanksi berupa sanksi administrasi hingga dipecat secara tidak hormat. Selain itu, dirinya berpesan kepada kaum ibu-ibu untuk menggunakan hak pilihnya dengan benar, sesuai dengan hati nurani tidak berdasarkan popularitasnya, harta dan kekayaannya, jangan karena gagahnya, dan jangan karena umbar-umbarnya. “Memilih pemimpin harus cerdas, karena akan mempengaruhi perubahan kebijakan-kebijakan selanjutnya. Memilih presiden untuk kedepan harus memiliki wawasan, yang jelas harus memiliki jiwa yang terpanggil untuk membangun bangsa dan negaranya,” tegasnya.

Selain itu, calon presiden selanjutnya juga harus memahami tentang empat pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Dedi mengakui, belum menentukan seberapa besar kekuatan TNI yang digunakan untuk pengamanan Pemilu 2014 mendatang, karena pihaknya belum melakukan gelar pasukan untuk Pemilu. Namun, dirinya sudah memiliki data mengenai daerah-daerah yang memiliki potensi gangguan keamanan, dimana ada keramaian maka disitulah terdapat potensi gangguan keamanan.

“Sitem keamanan ini kita tidak melaksanakannya sendiri, tetapi kita berkoordinasi dengan Kepolisian,” terangnya. Lebih lanjut dirinya menambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan dan mengimbau sesama anggota saling mengingatkan untuk menjaga netralitas TNI terhadap Pemliu dan Pemilukada.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s