Walikota Cirebon Perankan Tokoh Sunan Gunung Jati

Drama Kolosal Sendragentala, menyedot perhatian ribuan warga karena Walikota Cirebon memerankan tokoh Sunan Gunung Jati.
Drama Kolosal Sendragentala, menyedot perhatian ribuan warga karena tokoh Sunan Gunung Jati diperankan Walikota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Cirebon ke-644 yang jatuh pada tanggal 05 Nopember 2013 dan bertepatan dengan Tahun Baru Islam (1 muharam 1435 H), dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah pementasan Seni Drama Gending Tari dan Lagu (Sendragentala) “Bebere Umbul-umbul Waring” (Berdirinya Cerbon Nagari), yang dipusatkan di Jalan Pasuketan Kota Cirebon. Drama kolosal Sendragentala ini, mengisahkan tentang awal mula berdirinya Cirebon dimana Cirebon menyatakan kemerdekaannya sebagai daerah yang berdaulat dari Kerajaan Padjajaran pada tahun 1482.

Pementasan Sendragentala didukung oleh 125 pemain yang terdiri dari unsur Muspida, Seniman, Budayawan, dan pelajar Kota Cirebon. Hal ini, menjadi menarik karena tokoh utama yakni Sunan Gunung Jati diperankan Walikota Cirebon Ano Sutrisno dan Prabu Siliwangi diperankan Wakil Walikota Cirebon Nasrudin Azis, selain itu tokoh-tokoh penting dalam drama juga dperankan Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni, Dandim 0614 Letkol Infantri Budi Permana, dan lainnya.

Sutradara pentas seni Sendragentala Handrian Raharjo mengatakan, sebelum pementasan seluruh pemain telah berlatih selama dua minggu. “Saya kira penting bagi Walikota Cirebon untuk melakukan sesuatu yang berbeda, yang selama ini memang belum pernah terjadi,” ujarnya. Dengan diperankannya tokoh utama oleh Walikota maka  jiwa kepemimpinan para leluhur dan pendahulu dapat diaplikasikan dalam kepemimpinannya, lebih mengayomi dan melayani rakyatnya.

Dirinya berharap, dengan pementasan ini masyarakat Cirebon dan generasi muda khususnya dapat mengenal dan mengetahui siapa tokoh-tokoh penting terdahulu yang telah mendirikan Cirebon. “Ini adalah syiar sejarah Cirebon,” ungkapnya. Disamping itu, ia mengaku Walikota Cirebon memiliki jiwa seni yang tinggi, hal ini dapat terlihat dari cara beliau memerankan tokoh Sunan Gunung Jati dengan baik.

Sementara, Walikota Cirebon Ano Sutrisno mengaku ragu dan sempat tidak yakin dapat memerankan tokoh Sunan Gunung Jati, pasalnya tokoh leluhur yang luar biasa ini memiliki karakter yang sulit diperankan dan dirinya tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih. “Awalnya saya ragu dan takut, bisa gak saya berperan sebagai Sunan Gunung Jati. Karena beliau adalah leluhur yang sungguh luar biasa,” ucapnya.

Ia mengakui, pemeranan ini merupakan sebuah motivasi dan dukungan untuk para seniman serta budayawan di Kota Cirebon untuk terus melestarikan, mengembangkan seni budaya Cirebon. Menurutnya, pementasan ini sangat unik karena biasanya pejabat hanya menjadi penonton saja, tetapi kali ini mereka menjadi pemain dalam cerita tersebut. “Pertama kali dalam sejarah Kota Cirebon, dimana pejabat menjadi pemain dalam cerita,” terangnya.

Untuk memerankan dengan baik tokoh Sunan Gunung Jati, dirinya melakukan semacam ritual khusus yakni melakukan ziarah ke makan Sunan Gunug Jati, berdoa dan meminta ijin kepada leluhur. “Secara religi dan spiritual, sebelum latihan saya ziarah dulu. Takut kualat,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s