Polres Cirebon Kota Ringkus Komplotan Judi Togel

Kapolres Cirebon Kota menunjukkan barang bukti judi togel hasil preasi Lodaya Balak 2013 di Mapolres Ciko.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni, menunjukkan barang bukti judi togel hasil Operasi Lodaya Balak 2013 di Mapolres Ciko.

(Suara Gratia)Cirebon – Melalui Operasi “Balak Lodaya 2013” Polres Cirebon Kota berhasil meringkus sembilan pengeber/penjual, pengedar judi togel di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon. Ke sembilan tersangka ini ditangkap di tempat yang berbeda yakni ABS dan AB (Kota Cirebon), EG dan B (Polsek Kedawung), AS dan TA (Polsek Selatan – Timur), AS dan AS (Polsek Utara – Barat), R (Polsek Gunung Jati). Dari tangan tersangka Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa alat operasional untuk menjajakan judi togel yakni pecahan uang sebanyak Rp 2.010.000, 10 handphone berbagai merek, 11 buku rekapan judi, 22 lembar kupon undian, dan sejumlah alat tulis. Para tersangka diketahui berpropesi sebagai penarik becak, kuli bangunan, dan pengangguran. Mereka mencari konsumen dari ibu rumah tangga hingga pegawai swasta.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni mengatakan, penangkapan sembilan pelaku praktek judi togel di sejumlah wilayah hukum Kota dan Kabupaten ini berdasarkan informasi dari masyarakat. “Atas laporan dari warga. Untuk memberantas penyakit masyarakat, kami melakukan operasi “Balak” selama 10 hari dari tanggal 29 Oktober hingga 08 Nopember 2013,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan aksinya pelaku judi togel kini memiliki modus baru yakni dengan sistem kepercayaan antar anggota yang sangat kuat, sms, menggunakan catatan kertas-kertas tertentu. Sehingga, ia mengakui cara-cara baru ini menyulitkan polisi dalam melakukan penyelidikan dan pengungkapan judi togel. “Kita sudah berupaya melakukan pengungkapan-pengungkapan, modus-modus lama sudah mulai ditinggalkan. Sekarang lebih seperti multi level marketing” terangnya.

Menurut Dani, maraknya judi togel karena adanya peminat di kalangan masyarakat, oleh karena itu ia berharap peran aktif dari masyarakat dan kaum ulama untuk memutus mata rantai perjudian. Karena, ada beberapa kelompok masyarakat di daerah tertentu yang mendukung dan melindungi adanya praktek perjudian, terselubung seperti jaringan narkoba. “Pemberantasan penyakit masyarakat tidak terbatas tugas Polisi tetapi dibutuhkan peran aktif dari masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu tersangka AB warga Kesambi Kota Cirebon mengaku, baru tiga bulan menjadi pengeber togel. Dalam sehari, dirinya mendapat omset mencapai Rp 1 juta hingga 2 juta. “Kebanyakan yang masang tetangga. Satu hari saya untung bersih bisa Rp 100 ribu,” ucapnya. Menurutnya, menjadi pengeber togel gampang-gampang susah.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s