Royal Wedding Keraton Kasepuhan Cirebon Berlangsung Khidmat

Pasangan suami istri PR Luqman Zulkaedin dan Ratih Marlina (tengah), diapit kedua orang tua masing-masing di pelaminan
Pasangan suami istri PR Luqman Zulkaedin dan Ratih Marlina (tengah), diapit kedua orang tua masing-masing di pelaminan.

(Suara Gratia)Cirebon – Setelah menjalani sejumlah prosesi pernikahan, Putera Mahkota Keraton Kasepuhan PR Luqman Zulkaedin dan Ratih Marlina, kini telah menjadi pasangan suami istri yang sah. Senin ini 11-11-2013 mereka telah menjalani aqad nikah di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Hadir Menteri Perekonomian Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono, sebagai saksi janji suci mereka.

Setelah melaksanakan aqad nikah pasangan suami istri ini menjalani sejumlah prosesi berikutya diantaranya adalah Sungkem ke Oang Tua, Injek Tigan, Banting Kendi Tutupe Tigan, Pupugan, dan Adep-adep Sekul.

PR Luqman Zulkaedin mengatakan, setelah melangsungkan beberapa adat dan budaya Keraton selama prosesi pernikahan ini, merasa senang dan bahagia, karena dia dan istrinya dapat menjalani semuanya dengan lancar. “Alhamdulillah hari ini kita sudah resmi menjadi suami istri. Ini bukan hanya sebuah pernikahan, tetapi juga pelestarian budaya Cirebon,” ujarnya.

Ia mengaku, sebagai Putera Mahkota memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan adat budaya Cirebon agar tetap lestari, ia berharap melalui peristiwa pernikahan ini dapat menarik minat masyarakat serta tamu undangan yang datang melihat langsung prosesi pernikahan agar lebih mencintai lagi budaya Cirebon. Namun, Luqman saat ini belum memiliki rencana berbulan madu, karena masih merasa lelah. Mengenai keturunan, ia menyerahkannya pada yang Maha Kuasa. “Itu mah biar Tuhan saja yang ngatur,” ucapnya.

Sementara, Ratih Marlina menyatakan, akan mempelajari budaya Keraton Cirebon karena dirinya bukan berasal dari keluarga Keraton. Namun ia mengakui, tidak ada kesulitan dalam mempelajarinya karena sebelumnya pada masa pacaran ia sudah diperkenalkan dan dibimbing oleh keluarga Luqman mengenai adat dan budaya Keraton. “Saya akan berusaha menjaga kehormatan nama baik keluarga Keraton. Tidak sulit, karena keluarga besar mendukung saya,” bebernya.

Ratih mengaku, selama pacaran ia tidak mengetahui kalau calon suaminya ini berasal dari keluarga Keraton, karena dalam kesehariannya Luqman tidak menonjolkan diri bahwa ia dari Keluarga Keraton. Ratih mengenal Luqman sejak duduk di bangku SMA, dan baru menjalin hubungan asmara di bangku kuliah, karena ternyata dia kuliah di kampus yang sama. “Kita kuliah ditempat yang sama, jadi semakin dekat akhirnya kita berpacaran,” ungkapnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s