Pemkot Cirebon Gelar Festival Olahraga Tradisional

Ratusan pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK se-Kota Cirebon bersama mahasiswa dan masyarakat umum, ikut serta dalam Festival Olahraga Tradisional.
Ratusan pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK se-Kota Cirebon bersama mahasiswa dan masyarakat umum, ikut serta dalam Festival Olahraga Tradisional.

(Suara Gratia)Cirebon – Dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati hari ulang Tahun Kota Cirebon ke-644, Lapangan Kebumen yang terletak di Jalan Merdeka Kota Cirebon disulap menjadi arena perlombaan olahraga tradisional. Ratusan pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK se-Kota Cirebon bersama mahasiswa dan masyarakat umum, ikut serta dalam Festival Olahraga Tradisional tersebut.

Mereka mengikuti tiga olahraga yang nayris punah dan jarang sekali dimainkan atau diperlombakan pada jaman modern ini, yakni egrang, bakiak, dan lempar piring atau dikenal pula Frisbee.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno juga sempat memainkan dua permainan yakni egrang dan lempar piring. Ketua panitia pelaksana Edi Bagja menyatakan, kegiatan itu sendiri merupakan salah satu kegiatan rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-644 Kota Cirebon 2013. “Masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam festival olahraga rekreasi demi mengembangkan kembali olahraga tradisional ini,” tuturnya.

Sementara Ano Sutrisno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan dan merawat olahraga tradisional sebagai warisan nilai-nilai luhur bangsa. Selain untuk mewujudkan budaya olahraga, kegiatan itu pun diyakini akan memperkuat jati diri, identitas, dan karakter Kota Cirebon. “Eksistensi olahraga tradisional merupakan benang merah yang bisa menyatukan sistem sosial dalam masyarakat lokal,” terangnya.

Bukan hanya menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia, nilai yang terkandung dalam olahraga tradisional juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya kesalehan sosial. Hal ini, dapat ditumbuhkan berdasarkan nilai-nilai sportivitas, kreativitas, kedisiplinan, tanggung jawab, fair play, percaya diri, solidaritas, dan kerjasama.

Lebih jauh, Ano berharap olahraga tradisional dilakukan pula masyarakat di luar festival kali ini. Dengan begitu, eksistensinya dapat lestari dan menjadi alternatif kegiatan yang dapat dilakukan warga.

Salah satu peserta lomba dari SMPN 13 Kota Cirebon Ita mengatakan, sangat senang dalam mengikuti perlombaan ini, karena ia bersama teman-temannya dapat berinteraksi bersama teman dari sekolah lainnya. Ia mengaku, sudah pernah mengikuti perlombaan bakiak tetapi hanya satu tahun sekali. “Pernah waktu itu pada saat peringatan Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus,” ungkapnya. Menurutnya, dalam mengikuti perlombaan olahraga tradisional tidak membutuhkan persiapan khusus karena semuanya mudah dimainkan.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s