18 Bangunan di Arjawinangun Ditertibkan PT KAI Daop III Cirebon

Petugas PT KAI Daop III Cirebon dibantu warga membongkar bangunan untuk mengoptimalkna aset-aset PT KAI.
Petugas PT KAI Daop III Cirebon dibantu warga membongkar bangunan untuk mengoptimalkan aset-aset PT KAI.

(Suara Gratia)Cirebon – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasinal (Daop) III Cirebon, menertibkan sekitar 18 bangunan yang ada di sekitar Stasiun Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Ke-18 bangunan yang terletak di Kel/Desa Junjang Kecamatan Arjawinangun ini terdiri dari rumah tinggal, rumah tinggal usaha, empang, gudang, warung, dan sejumlah fasilitas umum, dengan total luas tanah 491,65 m2. Proses eksekusi lahan berjalan tertib dan terkendali karena warga pemilik bangunan sebelumnya berinisiatif terlebih dahulu mengosongkan lahan, pasalnya pihak Daop III Cirebon sudah melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat.

Pelaksanaan penertiban bangunan telah dimulai sejak dilaksanakannya pertemuan pada tanggal 6 Nopember lalu. Dari pertemuan tersebut, telah tercapai kesepakatan bahwa, warga yang memiliki bangunan secara sukarela membongkar sendiri bangunannya. Dengan batas waktu yang telah ditetapkan yaitu Rabu, 20 Nopember 2013.

Kepala Daop III Cirebon Wawan Ariyanto mengatakan, penertiban ini dilakukan untuk mengembalikan dan mengoptimalkan pemanfaatan aset tanah dan bangunan yang dimiliki PT KAI (Persero) sesuai dengan fungsinya. “Bangunan ini sudah terlebih dahulu dibongkar secara inisiatif sendiri oleh pemiliknya. Kami bekerjasama dengan 30 personel, yaitu dari pegawai lintas, aset, Polsuska, dan dibantu masyarakat sekaligus pemilik bangunan,” bebernya.

Ia menjelaskan, setelah ditertibkan, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa Kereta Api, terutama untuk angkutan barang. Ia beserta jajarannya, mengapresiasi pemilik bangunan tersebut, karena mereka memiliki niat baik dengan membongkar bangunannya sendiri, sehingga hal ini semakin memicu pihaknya guna menyajikan peningkatan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pengguna jasa Kereta Api.

Sementara, Manager Humas Daop III Cirebon Zunerfin menjelaskan, kami datang ke lokasi hanya melakukan pengawasan dan membantu proses pengosongan lahan. “Kami dan warga sudah sepakat untuk mengosongkan lahan,” tuturnya. Ia melanjutkan, 18 bangunan yang ditertibkan ini bukan rumah dinas tetapi sebidang lahan yang dipakai warga untuk mendirikan bangunan baik permanen maupun semi permanen.

Menurut Zunerfin, 15 KK pemilik bangunan tersebut sudah tinggal selama bertahun-tahun menempati lahan aset PT KAI, bahkan ada yang sudah lebih dari 10 tahun. “Mereka penduduk atau warga setempat yang menempati sejumlah lahan aset PT KAI kemudian mendirikan bangunan, yang difungsikan tidak hanya untuk tempat tinggal tetapi juga untuk tempat usaha dan gudang,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s