Keterlibatan TNI dan Polisi Resahkan Pensiunan PT KAI Cirebon

Sejumlah asset PT KAI Daop III Cirebon, sudah ditertibkan dan dipasangi plang pengumuman.
Sejumlah asset PT KAI Daop III Cirebon, sudah ditertibkan dan dipasangi plang pengumuman.

(Suara Gratia)Cirebon – Pensiun yang menempati asset PT Kereta Api Indonesia (Persero), mempertanyakan keterlibatan sejumlah anggota polisi dan TNI dalam menangani pengamanan asset PT KAI Daop III Cirebon. Pasalnya, hal ini membuat para pensiunan merasa resah dengan keberadaan mereka.

Salah satu pensiunan yang menempati asset PT KAI Daop III Cirebon Solahudin mengungkapkan, saat mengadakan pertemuan dengan Sultan Sepuh beberapa waktu lalu, jajaran PT Kereta Api Daop III Cirebon ditemani lengkap dengan personil TNI dan polisi berpangkat kolonel dan komisaris besar (Kombes). “Atas nama pensiunan PT KAI, kami mempertanyakan keberadaan dan fungis keterlibatan anggota TNI dan polisi,” bebernya.

Ia melanjutkan, diketahui polisi berpangkat itu bernama Kombes Agus Sutikno dengan jabatan sebagai Direktur Polair Polda Jabar, karena polisi itu sendiri yag memperkenalkan diri padanya. Selain itu, pensiunan yang menempati rumah dinas PT Kereta Api Daop III Cirebon pun kini resah. Karena, setiap kali ada surat dari PT Kereta Api Daop III yang mengantarkannya pasti polisi. “Yang membawa surat memang kurir dari PT Kereta Api, tapi pasti ditemani oleh dua orang polisi, saat mengantarkan surat mereka berseragam lengkap,” terangnya.

Sementara, kuasa hukum pensiunan PT Kereta Api, Agus Prayoga, mempertanyakan keberadaan polisi di jajaran direksi PT Kereta Api. Ia menjelaskan, pada 11 November lalu mereka akan mendaftarkan kasus perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh PT Kereta Api Daop III Cirebon. Namun, mereka tidak diterima bagian pengaduan. “Kami bahkan diminta untuk ke belakang. Terus balik lagi ke depan. Seolah-olah kami ini diping-pong,” katanya.

Agus menduga, laporan mereka sengaja dengan halus ditolak akibat adanya polisi berpangkat kombes di jajaran direksi PT Kereta Api. Sehingg jajaran polisi termasuk di Polres Cirebon Kota menjadi segan untuk membuatkan laporan pengaduan mereka.

Selanjutnya Agus pun mempertanyakan keberadaan polisi di jajaran direksi PT Kereta Api. Karena berdasarkan UU No 2 tahun 2002 tentang kepolisian, seorang anggota polisi dilarang rangkap jabatan kecuali sudah mengundurkan diri.

Terpisah, Direktur Polair Polda Jabar, Kombes Agus Sutikno, saat dikonfirmasi membantah jika keberadaannya di PT Kereta Api tidak diketahui oleh atasannya. “Saya mendapatkan penugasan khusus yang ditandatangani langsung oleh Kapolri,” katanya. Dalam surat tugas itu pun tercantum masa tugasnya di PT Kereta Api yaitu mulai 22 Juni 2013 hingga 22 Juni 2014.

Ada pun di PT Kereta Api Agus Sutikno menjabat sebagai Senior Manajer Keamanan dan Ketertiban. “Kalau sudah perintah atasan, saya tidak mungkin menolak tugas itu,” tegas Agus.

Agus pun menjelaskan jika keberadaannya di PT Kereta Api pun dilantik oleh direktur utama PT Kereta Api. “Jadi saya masuk structural,” katanya. Saat ditanyakan keberadaannya di jajaran direksi sehingga membuatnya bisa mengintervensi semua kasus yang terkait dengan PT Kereta Api, Agus pun membantahnya. “Jangankan saya, seorang jenderal saja tidak bisa dan tidak pernah mengintervensi penyelidikan. Jadi jangan berasumsi dan ngarang-ngarang,” pungkasnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s