Nopember 2013 Kota Cirebon Alami Inflasi 0,05%

Kepala BPS Kota Cirebon Imron Budianto.
Kepala BPS Kota Cirebon Imron Budianto.

(Suara Gratia)Cirebon – Menjelang akhir tahun ini, kembali Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 149,46 menjadi 149,53. Perubahan tersebut menghasilkan angka inflasi seebsar 0,05 persen. Inflasi yag terjadi, menyebabkan Inflasi Tahun kalender (Year to Date) naik tipis menjadi 7,68 persen.

Dari tujuh Kota IHK di Jawa Barat (Kota Bekasi, Depok, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi), hanya dua kota mengalami inflasi yaitu Kota Depok (0,10 persen) dan Kota Cirebon, selebihnya mengalami deflasi. Kota Bekasi -0,12 persen, Bogor -0,42 persen, Bandung -0,24 persen, Tasikmalaya -0,12 persen, dan Sukabumi -0,17 persen.

Komoditas yang memberikan andil paling signifikan terhadap inflasi di Kota Cirebon adalah Rokok Kretek Filter sebesar 0,11 persen dan Tarif Listrik sebesar 0,09 persen. Sementara, komoditas yang memberikan andil deflasi adalah Cabe Merah sebesar 0,09 persen dan Daging Ayam Ras sebesar 0,08 persen.

Kepala BPS Kota Cirebon Imron Budianto mengatakan, untuk Pulau Jawa yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Tangerang yaitu sebesar 0,54 persen diikuti Kota Semarang 0,42 persen. Sementara inflasi terkecil di Pulau Jawa terjadi di Kota Purwokerto sebesar 0,04 persen. Adapun deflasi tertinggi di Pulau Jawa terjadi di Kota Serang yaitu 0,47 persen diikuti Kota Bogor sebesar 0,42 persen. Sementara, deflasi terkecil di Pulau Jawa terjadi di Kota Madiun sebesar 0,09 persen. “Angka inflasi Kota Cirebon bulan Nopember 2013 berada di bawah angka Inflasi Nasional yang tercatat sebesar 0,12 persen, namun di atas Inflasi Jawa Barat -0,13 persen” jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Cirebon Nurhidayat menjelaskan, selama 5 tahun terakhir bulan Nopember Kota Cirebon selalu mengalami inflasi, dimana secara berturut-turut pada tahun 2009 sebesar 0,01 persen, 2010 sebesar 0,79 persen, 2011 sebesar 0,50 persen, 2012 sebesar 0,12 persen, dan tahun 2013 sebesar 0,05 persen. “Untuk melihat fluktuasi harga-harga kelompok komoditas yang sensitif terhadap kenaikan inflasi di Kota Cirebon, kami melakukan survei pada tiga pasar tradisional dan pasar modern,” bebernya.

Ia melanjutkan, pada bulan Nopember 2013, 35 dari 66 Kota IHK di Indonesia mencatat adanya andil Rokok Kretek Filter pada angka Inflasi Nasional. Begitu juga di Pulau Jawa, dari 23 Kota IHK 12 diantaranya mencatat andil inflasi pada komoditas tersebut. Kota Cirebon, menempati urutan pertama yang memberikan andil sebesar 0,11 persen.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s