Program Sapa Warga Wali Kota Cirebon Dipermasalahkan

Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno (ketiga dari kiri) menjadi saksi nikah pasangan nikah massal dalam kgiatan Sapa Warga di
Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno (ketiga dari kiri) menjadi saksi nikah pasangan nikah massal dalam kegiatan Sapa Warga di Kelurahan Pegambiran.

(Suara Gratia)Ciebon – Program Sapa Warga yang digelar Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno disoal sejumlah kalangan, terutama menyangkut dasar hukum hingga sumber anggaran yang digunakan.Sapa warga merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, di mana wali kota setiap Jumat bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur muspida mendatangi warga di tingkat RW.

Sapa warga ini diisi berbagai kegiatan yang melibatkan antara unsur pemerintah bersama masyarakat secara langsung, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, olah raga, pelayanan kependudukan, pelayanan kesehatan gratis, hingga nikah dan sunatan massal. Selain itu, wali kota bersama OPD mengadakan dialog langsung dengan warga, dimana warga dapat menyampaikan keluh kesahnya kepada wali kota, maupun pimpinan instansi teknis, dan mendapat penjelasan hingg solusi.

Sayangnya, beberapa kalangan mempertanyakan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satunya diungkapkan Ketua Tim Lembaga Kajian Kebijakan Publik (LKKP) Jauhari. Dia memperkirakan, biaya yang harus dikeluarkan untuk Sapa Warga lebih besar dibanding reses anggota dewan.

“Setiap kegiatan Sapa Warga digelar setidaknya ada beberapa hal yang harus disiapkan, seperti sound system, tenda, kursi, dan lainnya. Sekitar Rp 30 miliar harus keluar setiap minggunya, lebih besar jika dibanding dana reses anggota dewan yang hanya Rp 7juta per orang,” ungkapnya.

Dia mempertanyakan pos anggaran maupun mekanisme yang digunakan untuk keperluan Sapa Warga tersebut. Ia menilai program ini tidak sejalan dengan semangat reformasi birokrasi sebab dianggap tidak mendorong terwujudnya kelembagaan yang efisien dan efektif. Dalam sistem perencanaan pembangunan pun, Sapa Warga bahkan dinilai tidak jelas. Jika mengacu UU No 25 Tahun 2004 tentang Rencana Pembangunan Nasional, sistem perencanaan pembangunan telah diatur sistematis dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).

Anggota DPRD Kota Cirebon Djoko Poerwanto juga memandang Sapa Warga yang berkepanjangan kurang efektif. “Pertama, anggaran yang cenderung kurang transparan. Kedua, mengurangi aspek pelayanan para OPD kepada masyarakat karena banyak kepala OPD yang mengikuti kegiatan itu bersama wali kota,” tuturnya

Terpisah, Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno memastikan anggaran untuk Sapa Warga tak sebanyak itu. Dia pun meyakinkan, kegiatan ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sebagai ruang dialog terbuka antara pemimpin dengan masyarakat. “Semula Sapa Warga dilaksanakan Bagian Umum Setda Kota Cirebon. Setelah dievaluasi terkait nomenklatur dalam anggaran perubahan, mulai Juli 2013 dialihkan ke Bagian Humas Setda Kota Cirebon melekat pada Kegiatan Dialog Audensi sehingga anggaran kegiatan pun melekat pada kegiatan tersebut,” terang nya.

Dia menambahkan, mulai anggaran perubahan dianggarkan Rp 142 juta yang di petakan menjadi 20 kegiatan. Masing-masing kegiatan dianggarkan sekitar Rp 7,12 juta. Ano mengakui, tidak jarang dalam kegiatan itu diberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, seperti kursi roda, kaki palsu, dan lainnya. Dia menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud kemitraan dan partisipasi dari OPD, instansi vertikal, maupun BUMN.

Ia menambahkan, Sapa Warga awalnya model kampanye unggulan Ano-Azis dalam Pilkada Kota Cirebon 2013 lalu. Model ini dipandang efektif, sebagai sarana melanjutkan hubungan silaturahmi antara pemimpin dan masyarakat, di mana warga leluasa menyampaikan langsung permasalahan kampungnya kepada wali kota maupun wakil wali kota.

Karenanya, untuk mengimplementasikan visi misi Kota Cirebon, dia bersama wakilnya, Nasrudin Azis melanjutkan Sapa Warga sebagai program unggulan Pemkot Cirebon yang dituangkan dalam RPJMD.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s