Daop III Cirebon Resmikan Jalur Ganda

Kereta Barang 15.16 tujuan Surabaya merupakan kereta pertama yang melintasi double track di Stasiun Brebes Jawa Tengah.
Kereta Barang 15.16 tujuan Surabaya merupakan kereta pertama yang melintasi jalur ganda di Stasiun Brebes Jawa Tengah.

(Suara Gratia)Cirebon – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) III Cirebon, hari ini Selasa 10 Desember 2013 meresmikan jalur ganda (Double Track) di Stasiun Brebes Jawa Tengah. Jalur ganda Tahap III sepanjang 63 kilometer yang melintasi jalur utara Cirebon – Losari (29 km) – Brebes, dalam pengerjaannya membutuhkan waktu selama 1,5 bulan.

Jalur ganda yang secara resmi hari ini sudah dapat dilintasi kereta barang maupun penumpang, merupakan rangkaian pembangunan jalur ganda yang sudah lebih dahulu diselesaikan dalam Tahap I dan Tahap II, sehingga panjang jalur ganda di Daop III dari Cikampek hingga Stasiun Tirus Brebes Jawa Tengah genap menjadi 210 km.

Vice President Daop III Cirebon Wawan Ariyanto menjelaskan, dalam satu hari kereta yang melintas di wilayah Daop III sebanyak 142 kereta barang dan kereta penumpang, dengan adanya jalur ganda maka dalam waktu 24 jam volume kereta yang melintas bisa menjadi dua kali lebih banyak. Pihaknya mengklaim, jalur ganda dapat memangkas waktu tempuh perjalanan kereta selama 30 menit hingga satu jam, karena kereta tidak memerlukan waktu lama dalam menunggu giliran berangkat di stasiun, bahkan tidak berhenti sama sekali hanya berhenti di stasiun tujuan utama saja. “Volume kereta bisa dua kali lipat dari biasanya,” terangnya.

Dirinya mengaku, proses pembangunan jalur ganda tidak mendapat kendala yang berarti. “Jalur ganda mulai hari ini sudah dapat dilewati,” ujarnya. Jalur ganda juga dapat menghindari keterlambatan kereta karena yang selama ini disebabkan oleh persilangan jalur. “Ketepatan waktu dapat terjamin,” ungkapnya. Selain itu, keamanan pun tidak luput dari perhatian pihaknya, yakni sebanyak 206 palang pintu kereta di Daop III Cirebon yang sudah dijaga sebanyak 55 pintu sementara sebanyak 13 palang pintu lainnya dijaga Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, palang pintu perlintasan liar buatan masyarakat akan ditutup secara bertahap.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s