Penderita HIV-AIDS Usia Remaja di Kota Cirebon Meningkat

Pendrita HIV-AIDS di kalangan Remaja Kota Cirebon Meningkat.
Penderita HIV-AIDS di kalangan Remaja Kota Cirebon Meningkat.

(Suara Gratia)Cirebon – Jumlah penderita HIV-AIDS usia remaja di Kota Cirebon setiap tahun menunjukkan peningkatan, sehingga dibutuhkan kerjasama semua elemen baik masyarakat maupun pemerintah.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon Sri Maryati megatakan, tahun 2012 tercatat sebanyak 40 kasus, sementara tahun 2013 mencapai 76 kasus, selain itu hingga kini pihaknya mencatat ada 629 kasus namun angka ini belum seluruhnya karena fenomena ini seperti fenomena gunung es. “Tahun 2013 lebih meningkat dibanding tahun 2012, fenomena ini seperti gunung es ketika tidak ada yang berani melaporkan maka selamanya tidak akan nampak berapa jumlah penderita yang sebenarnya,” jelasnya ditemui disela-sela Rapat Evaluasi Tahunan Komite Penanggulangan AIDS tahun 2013 di Ruang Adipura Balaikota Cirebon.

Menurutnya, HIV-AIDS dapat menyerang siapa saja mulai dari usia 0 tahun sampai 49 tahun, dari rentang umur tersebut yang paling banyak diderita oleh usia remaja yakni 19 tahun sampai 37 tahun lebih dari 77 kasus. “Yang paling banyak di usia produktif, dalam kurun waktu 4 tahun ini sebanyak 56 remaja meninggal akibat HIV-AIDS,” imbuhnya.

Sri menjelaskan, selain melalui jarum suntik pada pengguna Narkoba, penyebaran HIV-AIDS di kalangan remaja paling banyak melalui hubungan sex beresiko baik sesama lawan jenis maupun sesama jenis. “Tahun 2008 kebelakang penyebarannya lebih banyak melalui jarum suntik, tetapi sejak tahun 2008 sampai sekarang penyebarannya paling banyak melalui hubungan sex, baik hubungan sex suami istri maupun di luar nikah, ” bebernya. Pasalnya, kini remaja dengan mudah dapat mengakses film porno di berbagai media mulai dari handphone hingga internet, dan dalam berpacaran kalangan remaja kini lebih permisif terhadap kontak fisik yang mengarah ke kontak seksual.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Kesunean Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon Junny Setiawati membenarkan bahwa remaja merupakan usia yang paling rentan terhadap penyebaran HIV-AIDS melalui hubungan sex beresiko. Dari survei yang dilakukan pihaknya tahun 2012 lalu di 9 RW di Kelurahan Kesunean Kecamatan Lemahwungkuk, didapat sebanyak 25 persen remaja usia 12 tahun sampai 18 tahun sudah melakukan hubungan sex bebas. “Layanan masalah remaja dan psikologi di Puskesmas tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Sementara, Wali Kota Cirebon Ano Sutrsno sekaligus Ketua KPA menekankan, setiap kegiatan yang diadakan oleh KPA semestinya tidak hanya menggugurkan kewajiban atau batal kewajiban saja, tetapi penangaan kasus HIV-AIDS harus berkesinambungan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan masyarakat. “Penanggulangan HIV-AIDS di Kota Cirebon harus ditangani dengan serius, karena remaja pengidap HIV-AIDS di Kota Cirebon jumlahnya sangat menghawatirkan,” tegasnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s