Musim Hujan Tiba, Pemkot Cirebon Pangkas Pohon Rindang

Sejumlah warga Kota Cirebon memanfaatkan pohon rindang yang tumbuh di pinggir jalan untuk berteduh dan tempat usaha.
Sejumlah warga Kota Cirebon memanfaatkan pohon rindang yang tumbuh di pinggir jalan untuk berteduh dan mendirikan tempat usaha.

(Suara Gratia) Cirebon – Musim hujan disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kota Cirebon sejak dua bulan terakhir, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melakukan membuat langkah antisipasi banjir dan penebangan pohon. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon, memangkas puluhan pohon angsana dan sejenisnya yang tumbuh mencapai ketinggian hingga 10 meter lebih di pinggir jalan. Pohon-pohon rindang yang tumbuh di pinggir jalan ini kerap dimanfaatkan warga untuk berteduh dan mendirikan temat usaha.

“Selama 3 hari ini sedikitnya sudah ada 8 pohon yang dipangkas di ruas  Jalan Kembar, Kecamatan Kesambi Kota Cirebon,” kata Kepala DKP Kota Cirebon, Sumanto. Selanjutnya akan dipangkas  sejumlah pohon yang ada di alun-alun Keraton Kasepuhan dan sejumlah tempat lainnya di Kota Cirebon.

Sumanto menjelaskan, tidak sedikit ranting-ranting dan daun kering pohon angsana yang kondisinya saat ini membahayakan. “Ranting-ranting tersebut bisa patah sewaktu-waktu dan menimpa orang maupun kendaraan yang melintas di bawahnya,” bebernya. Karenanya dengan intensitas hujan yang semakin sering turun mereka pun mengantisipasi dengan melakukan pemangkasan pohon angsana dan pohon-pohon besar lainnya yang ada di ruas jalan maupun di sejumlah tempat umum lainnya.

Kepada warga pun Sumanto meminta agar mewaspadai bahaya pohon tumbang saat musim hujan tiba. “Warga diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon yang usianya sudah tua,” imbuhnya. Karena, jika hujan deras disertai angin kencang  pohon yang usianya sudah tua dikhawatirkan rawan tumbang.

Khusus untuk pohon-pohon besar yang ada di rumah warga, Sumanto mengimbau agar segera ditebang dan digantikan dengan yang baru. “Jika kondisi pohon sudah mengkhawatirkan lebih baik ditebang saja dan digantikan dengan yang baru,” katanya. Penebangan ini menurut Sumanto lebih baik daripada pohon rubuh dan membahayakan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu seorang warga di Jalan Kembar Kelurahan Kejaksan Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, Wisnu Wardani (29 tahun) mengungkapkan jika di daerahnya memang banyak pohon yang usianya sudah tua. “Kami minta DKP tidak hanya melakukan pemangkasan saja,” ucapnya. Ia mengaku, pada saat musim panas keberadaan pohon di pinggir jalan membuat suasana jalan lebih teduh karena dapat menangkal sinar matahari secara langsung, namun saat musim hujan tiba pohon-pohon besar ini membahayakan pengguna jalan karena sewaktu-waktu dapat rubuh apalagi hujan dan angin yang bertiup sangat kencang.

Nono, salah seorang penjual stiker motor yang sehari-hari menjajakan dagangannya di bawah pohon besar di Jalan Raya Kesambi Kota Cirebon berharap, Pemkot Cirebon agar menebang pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat namun tidak membabat habis pohon tersebut, supaya pada saat musim panas warga tidak kepanasan. “Pohonnya jangan dihabisin semua,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s