Wilayah Cirebon akan Jadi Destinasi Wisata Internasional

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat bersama jajaran PT Pelindo II dan RS Pelabuhan Cirebon dalam Bakti Sosial Pengobatan Gratis dan Khitanan Masal.
Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat bersama jajaran PT Pelindo II dan RS Pelabuhan Cirebon dalam Bakti Sosial Pengobatan Gratis dan Khitanan Masal.

(Suara Gratia)Cirebon – Tidak lama lagi wilayah Cirebon akan sejajar dengan tujuan wisata lainnya yang berskala internasional seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Yogyakarta Jawa Tengah. Karena Cirebon memiliki kekayaan budaya dan hasil budaya yang melimpah.

“Nota kesepahaman antara Keraton Kasepuhan dengan Pasific Asia Travel Association (PATA) sudah ditandatangani pada 19 Desember 2013 lalu di Menara Batavia, Jakarta,” ungkap Sultan Sepuh ke-XIV PRA Arief Natadiningrat, ditemui saat meninjau kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dan Khitanan Massal bersama PT Pelindo II dan RS Pelabuhan Cirebon di halaman Keraton Kasepuhan.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmono, CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo dan Sultan Sepuh XIV PRA. Arief Natadiningrat. Dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan PATA Indonesia Chapter akan membuat Cirebon dikenal lebih luas dalam peta destinasi wisata dunia, kerjasama ini meliputi promosi dan publikasi melalui jaringan yang sudah dimiliki PATA. “Selain itu juga kerja sama managemen baik obyeknya maupun turisnya, serta penyelenggaraan even baik nasional maupun internasional,” jelasnya.

Seperti halnya Candi Prambanan dengan pagelaran Sendra Tari Ramayana yang sudah mendunia, di Cirebon setiap tahun juga akan ada even internasional. Sebenarnya kata Arief, nama Cirebon sudah lama dikenal dunia. Hanya saja, bukan sebagai destinasi wisata tetapi karena perdagangannya. “Cirebon bahkan masuk peta perdagangan dunia melalui perdagangan sutera atau yang lebih dikenal dengan jalur sutera. Jalur sutera ini menyatukan dunia timur dengan barat melalui perdagangan,” bebernya.

Sultan menambahkan, saat ini pun Cirebon sudah banyak dikunjungi turis mancanegara. Hampir setiap bulan ada kapal pesiar yang sandar dan membawa rombongan turis dari Eropa seperti Inggris dan Perancis yang datang berkunjung. Dari pelabuhan biasanya mereka keliling kota naik becak. Ia meminta, Pemprov Jabar dan Pemda sewilayah Cirebon untuk memberikan kemudahan regulasi, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah. “Dukungan kami harapkan bukan hanya dari pemerintah tetapi juga semua pemangku kepentingan, diantaranya PT Pelindo II Cirebon, PT KAI, PHRI dan semua masyarakat,” katanya.

Ditemui ditempat yang sama, General Manager PT Pelindo II Cirebon Yedi Kusmayadi menyatakan, pihaknya siap memberikan dukungan menyiapkan Pelabuhan sebagai pintu masuk kedatangan turis lokal dan mancanegara. “Kalau ditanaya siap, kami selalu siap,” tegasnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s