Laka Lantas dan Kriminalitas tahun 2013 di Kota Cirebon Naik

Kapolres Ciko AKBP Dani Kustoni (kiri) dan Wakapolres Ciko
Kapolres Ciko AKBP Dani Kustoni (kiri) dan Wakapolres Ciko Kompol Deni Agung Andriana (kanan).

(Suara Gratia)Cirebon – Selama satu periode dari tahun 2012 hingga penghujung tahun 2013, tingkat kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Kota Cirebon menunjukkan angka peningkatan. Hal ini terungkap dalam laporan akhir tahun Polres Cirebon Kota (Ciko) Tahun 2013, yang digelar di Markas Komando (Mako) Ciko. Kapolres Ciko AKBP Dani Kustoni mengatakan, laporan akhir tahun ini merupakan salah satu wujud transparansi dan akuntabilitas Polres Cirebon Kota. Laporan tersebut, mencakup beberapa aspek diantaranya, aspek pembinaan, aspek operasional, dan Operasi Kepolisian tahun 2013, termasuk penyerapan anggaran. Ia melanjutkan, Laka lantas pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 45 persen, yaitu dari 228 kasus pada tahun 2012 menjadi 415 kasus pada tahun 2013. Dimana, korban mennggal dunia akibat laka lantas tahun 2013 turun 16 persen, dari 56 orang pada tahun 2012, di tahun 2013 menjadi 48 orang. “Pelanggaran lalu lintas tahun 2013 turun sebanyak 21,6 persen yaitu, dari 27.770 kasus pada tahun 2012 menjadi 21.750 kasus pada 2013,” bebernya. Selain itu, jumlah tindak pidana selama tahun 2013 memperlihatkan adanya kenaikan sebanyak 22,5 persen, yakni tahun 2012 sebanyak 913 perkara sedangkan tahun 2013 sebanyak 1.179 perkara. Sementara, tingkat penduduk yang beresiko terkena tindak pidana untuk tahun 2013 berada pada besaran rata-rata 16 orang per 100 ribu penduduk. “Kami memiliki target untuk mengungkap tindak pidana, yang disesuaikan dengan anggaran. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kami tahun 2013 sebesar Rp 5.546.951.000, daya serapnya 9,58 persen,” ungkapnya. Ditempat yang sama, Kasat Lantas Polres Ciko AKP Wadi Sa’bani mengungkapkan, kasus laka lantas di wilayah Kota Cirebon didominasi oleh remaja di usia produktif yaitu 16 tahun hingga 30 tahun, angka tertinggi dialami oleh pelajar SMA sebanyak 268 orang dan pegawai swasta sebanyak 191 orang. “Kecelakaan sering terjadi pada siang hari hingga sore yaitu antara jam 12 siang sampai jam 6 sore,” jelasnya. Penyebab kecelakaan diantaranya adalah, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, kurang cakap dalam mengendarai kendaraan, tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), dan lainnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s