Di Cirebon, Pengguna Gas 12 kg Beralih ke Gas 3 kg

Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI  Ali Masykur Musa, saat sidak di salah satu agen resmi penjualan gas elpiji di Cirebon.
Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Ali Masykur Musa, saat sidak di salah satu agen resmi penjualan gas elpiji di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Kenaikan harga gas 12 kg yang semula Rp 80 ribu menjadi Rp 130 ribu di wilayah Cirebon, menimbulkan sejumlah polemik. Diantaranya adalah, melonjaknya pengguna gas 3 kg. Pasalnya, dengan melonjaknya harga gas 12 kg sebesar 67 persen, membuat warga yang biasa menggunakan gas 12 kg kini beralih ke gas 3 kg. Hal ini diketahui dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI  Ali Masykur Musa, ke agen resmi penjualan gas 12 kg dan gas 3 kg di Kota Cirebon.

“Saya sebagai BPK, meminta dengan hormat kepada pemerintah untuk mengevaluasi keputusan menaikkan harga bersama Pertamina. Karena pengendali dan pemegang sahamnya itu adalah pemerintah,” ujarnya, saat sidak di salah satu agen resmi penjualan elpiji wilayah III Gas Domestik PT Linggarjati Jaya Abadi di Jalan Pekalipan Kota Cirebon.

Menurutnya, jika pemerintah memutuskan kenaikan harga gas 12 kg maka harus diimbangi ketersediaan stok gas 3 kg yang stabil, karena hal ini menimbulkan market syok. Masyarakat pengguna gas 12 kg dengan sangat cepat berallih menggunakan gas 3 kg, sehingga masyarakat pengguna gas 3 kg tidak mendapatkan haknya. Ia pun meminta, Pertamina tidak hanya mencari keuntungan semata. “Kenaikan gas sebanyak 67 persen sangat memberatkan masyarakat. Pertamina diharapkan tidak dalam posisi selalu mencari untung, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Di tempat yang sama, pemilik agen resmi penjualan elpiji wilayah III Gas Domestik PT Linggarjati Jaya Abadi, Gunawan mengungkapkan, sejak harga gas 12 kg mengalami kenaikan tidak menambah stok, karena sudah ditentukan dari Pertamina.

Dalam satu hari, pihaknya mengirimkan sebanyak 1.680 tabung gas ke wilayah III (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). “Dari pertamina tidak ada penambahan atau pengurangan. Kuotaya sudah ditentukan,” jelasnya.

Dirinya tidak menampik, jika konsumen gas 12 kg banyak yang beralih menggunakan gas 3 kg, disamping itu distribusi gas dari agen ke pangkalan tidak ada masalah dan berjalan seperti biasa. ”Itu pasti, karena perbedaan harganya sangat sigifikan,” ungkapnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s