Bapuspida Kota Cirebon Kesulitan Beli Buku Baru

Kepala Bapuspida Kota Cirebon Dana Kartiman (tengah), menerima hibah buku melalui program penyerahan buku untuk Cirebon kepada Perpustakaan 400 Kota Cirebon di Hotel Santika.
Kepala Bapuspida Kota Cirebon Dana Kartiman (tengah), menerima hibah buku melalui program penyerahan buku untuk Cirebon kepada Perpustakaan 400 di Hotel Santika.

(Suara Gratia)Cirebon – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapuspida) Kota Cirebon, kesulitan melakukan pengadaan buku baru, karena minimnya anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Sehingga, koleksi buku di Perpustakaan 400 yang terletak di Jalan Brigjend. Dharsono (By Pass) Cirebon, sebagai perpustakaan daerah kota lebih banyak mengandalkan pemberian atau hibah buku dari pihak lain.

Menurut Kepala Bapuspida Kota Cirebon Dana Kartiman, salah satu meningkatkan minat baca masyarakat adalah melalui kelengkapan koleksi buku yang optimal. “Sayangnya anggaran dari Pemkot tidak mumpuni sehingga sulit mengadakan buku baru, apalagi harga buku-buku sekarang mahal,” ujarnya ditemui usai menghadiri kegiatan penyerahan buku untuk Cirebon kepada Perpustakaan 400 Kota Cirebon di Hotel Santika.

Dana melanjutkan, walaupun anggaran untuk perpustakaan pada tahun 2013 mencapai Rp 10 juta, nilai itu dianggap tidak cukup memadai untuk operasional perpustakaan secara keseluruhan. “Anggaran sebesar itu, jika untuk pengadaan buku tertentu seperti jenis fiksi, masih memungkinkan. Tapi, tidak dengan buku jenis lain yang isinya dianggap perlu dalam menunjang pendidikan, seperti ensiklopedia, yang harganya mahal,” ungkapnya.

Apalagi, pengunjung terbanyak Perpustakaan 400 berasal dari kalangan mahasiswa dengan penelitian sebagai kegiatan membaca yang umum. Dengan kata lain, saat ini para pengunjung membutuhkan buku hanya sebagai referensi penelitian, bukan kebutuhan atau kegiatan yang memang ingin dilakukan.

Tak heran, koleksi perpustakaan daerah pun saat ini lebih banyak berupa buku-buku sosial, agama, maupun fiksi. Di sisi lain dia mengakui, seperti halnya fashion buku pun memiliki masa kepopuleran (trend) yang juga bergerak di tengah masyarakat. Maka, buku-buku pun memerlukan penyeleksian agar tetap dapat menunjang wawasan masyarakat.

“Kami tak bisa berbuat banyak untuk mendorong minat baca, tapi kami tetap upayakan pemberian fasilitas terbaik, salah satunya buku maupun ruang baca yang lebih baik. Hanya saja, upaya ini pun butuh partisipasi semua pihak, salah satunya melalui CSR,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut Perpustakaan 400 menerima 700 buku berbagai jenis yang diserahkan General Manager Hotel Santika Cirebon Yosef Endro Widiatmoko. Buku-buku tersebut berasal dari masyarakat umum yang menyerahkannya melalui sejumlah drop box di beberapa lokasi, seperti hotel, pusat perbelanjaan, sekolah, maupun toko buku di Kota Cirebon.

“Siapapun bisa langsung meletakkan buku-buku yang mereka punya ke drop box, salah satunya ada di Hotel Santika sebagai program CSR kami. Namun saat ini sudah kami tarik kembali kotaknya, hanya saja tak menutup kemungkinan dibuka kembali mengingat manfaatnya yang besar,” bebernya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s