Musim Hujan, Pemkot Cirebon Targetkan Perbaikan Lingkungan

Jl. Cipto Mangunkusumo, salah satu ruas jalan di Kota Cirebon yang kerap banjir disaat hujan datang.
Jl. Cipto Mangunkusumo, salah satu ruas jalan di Kota Cirebon yang kerap banjir disaat hujan datang.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemkot Cirebon menargetkan pengurangan luapan air di pusat kota maupun pemukiman penduduk saat musim hujan di tahun 2014. Wakil Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis menyatakan, tahun ini salah satu fokus program daerah yang akan dilakukan pemkot berupa perbaikan lingkungan. Dalam hal ini, dia membeberkan perbaikan maupun pembuatan saluran air menjadi agenda kerja utamanya.

“Perbaikan maupun pembuatan saluran air memungkinkan masyarakat terhindar dari banjir,” katanya.

Semua jalan, baik di pusat kota maupun di pemukiman-pemukiman penduduk di tepi kota, selayaknya dilengkapi saluran air. Keberadaan saluran air juga untuk mempertahankan kekuatan permukaan jalan sehingga warga pun dapat menikmati infrastruktur yang baik lebih lama.

Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian pemkot dalam penanganan banjir tahun ini di antaranya Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Kembang, termasuk wilayah selatan Kota Cirebon yang meliputi Argasunya dan sekitarnya. Di sisi lain, dia memastikan selain perbaikan lingkungan. “Kami tak ingin kota ini terlihat indah dari luar, namun bobrok di dalamnya,” tegasnya.

Selain perbaikan lingkungan, penanganan banjir sendiri telah dilakukan Pemkot Cirebon melalui kegiatan pengerukan sejak sekitar September 2013 lalu. Setidaknya tiga titik sungai di Kota Cirebon yang selama hampir 20 tahun mengalami pengendapan, yakni tiga titik sungai yang termasuk wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung di Kota Cirebon dikeruk.

Pengerukan dilakukan dengan alokasi anggaran sekitar Rp 800 juta melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan alat berat. Selain alat berat berupa ponton (amfibi), pengerukan juga dilakukan manual melalui program padat karya yang dilaksanakan sekitar 100 orang warga.

Kepala Satgas Banjir BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Kasno menyebutkan, pendangkalan merupakan penyebab banjir di Kota Cirebon. Selain pendangkalan, faktor lain yang mempengaruhi sedimentasi sungai-sungai di Kota Cirebon di antaranya perilaku membuang sampah yang sembarangan ke dalam sungai hingga adanya bangunan di bantaran sungai.

“Namun, apa yang dialami Kota Cirebon saat musim penghujan bukanlah banjir melainkan genangan air saja. Apalagi, Kota Cirebon terletak di tepi pantai sehingga memungkinkan terjadinya genangan air besar, terutama saat terjadinya rob,” paparnya.

Pihaknya juga telah membentuk tim siaga banjir dan menyiapkan bahan banjiran. Tim siaga banjir terutama disiapkan di enam posko, masing-masing posko pusat di kantor BBWS Cimanuk-Cisanggarung di Jalan Pemuda, Kota Cirebon, posko Ciledug yang memantau wilayah Kuningan, Brebes, dan Cirebon timur, posko Jatibarang memantau Cirebon barat dan Indramayu, posko Kadipaten yang memantau Majalengka, serta dua posko lain masing-masing Sumedang dan Garut.

Setiap tim bertugas memantau tinggi muka air masing-masing sungai utama di wilayah pantauan masing-masing. Pemantauan tinggi muka air dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap musibah banjir. Setiap tim kemudian harus berkoordinasi dan menginformasikan hasil pantauan di wilayahnya kepada aparat berwenang.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s