Program Sapa Warga Wali Kota dan Rakyatnya Dihentikan

Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno (berdiri) dalam kegiatan sapa warga di Kelurahan
Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno (berdiri) dalam kegiatan sapa warga di Kelurahan Karanganyar.

(Suara Gratia)Ceirebon – Awal tahun 2014, program Sapa Warga yang menjadi andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dihentikan akibat belum cairnya anggaran.

Sapa Warga yang rutin digelar setiap Jumat merupakan, program pemerintahan Wali Kota Ano Sutrisno dan Wakilnya Nasrudin Azis, di mana mereka mendatangi warga di seluruh wilayah RW secara bergiliran. Dalam kegiatan ini, Walikota didampingi sejumlah kepala instansi teknis maupun anggota dewan yang menyerap langsung aspirasi warga.

Dalam kegiatan ini, baik kepala daerah dan muspida bersama warga melaksanakan sejumlah kegiatan seperti, kerja bakti membersihkan lingkungan, olah raga, pengobatan gratis, pelayanan akta kelahirn, donor darah, sunatan massal, nikah massal, dan lainnya. Aspirasi yang disampaikan pun langsung direspon, baik berupa penjelasan hingga solusi yang ditawarkan pemkot.

“Memasuki Januari ini kegiatan Sapa Warga memang belum bisa dilakukan karena Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masih dalam proses penelitian,” ungkap Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon Agus Sukmanjaya, di tempat kerjanya.

Sumber pendanaan Sapa Warga memang dialokasikan dari APBD. Dia meyakinkan, apabila anggaran telah cair kegiatan ini akan dilanjutkan sebagaimana seperti tahun sebelumnya. Anggarannya sendiri, disatukan di tiap instansi pemerintah yang nantinya disesuaikan dengan kebutuhan Sapa Warga.

Agus menegaskan, Sapa Warga telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai dialog terbuka antara pemimpin dengan masyarakat. Semula, Sapa Warga dilaksanakan Bagian Umum Setda Kota Cirebon sebelum kemudian dialihkan kepada Bagian Humas mulai Juli 2013.

Pada APBD Perubahan Tahun 2013, dialokasikan sekitar Rp 142 juta untuk Sapa Warga yang dipetakan dalam 20 kegiatan. Masing-masing kegiatan dianggarkan sekitar Rp 7,12 juta.  Dalam kegiatan ini, tak jarang diberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Sekedar diketahui, Sapa Warga semula merupakan model kampanye unggulan Ano-Azis dalam Pilkada Kota Cirebon 2013.

Sementara itu, sejumlah anggota DPRD masih memandang sinis program tersebut. mereka beranggapan Sapa Warga telah menggeser kegiatan reses mereka secara tak langsung.

“Reses sekarang sudah tak dihargai masyarakat karena mereka lebih memilih Sapa Warga yang selalu dihadiri kepala instansi. Giliran reses, mereka malah tak mau hadir,” ungkap salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon N. Djoko Poerwanto, diamini sejumlah anggota dewan lainnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon Yuliarso mengaku tak bisa berbuat banyak mengingat saat ini kewenangan dewan sebatas melakukan pengawasan. “Jadi kami tak bisa melarang atau minta dihentikan. Ini aturan baru dari Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s