Gelombang Tinggi, Nelayan Cirebon Diminta Tidak Melaut

Ilustrasi. waspada.co.id
Ilustrasi. waspada.co.id

(Suara Gratia)Cirebon – Tingginya kecepatan angin di laut Jawa menyebabkan gelombang laut Jawa saat ini mencapai ketinggian hingga 5 meter. Gelombang tinggi tersebut, diperkirakan akan terjadi sampai sepekan ke depan, sehingga nelayan di Cirebon dihimbau untuk tidak melaut untuk sementara waktu, karena gelombang laut yang mencapai 5 meter sangat berbahaya bagi kapal kecil maupun kapal besar.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) Jatiwangi Mas Pujiono melalui Prakirawan Cuaca Ahmad Faa Iziyn mengungkapkan, gelombang tinggi yang terjadi di lau jawa karena kuatnya tiupan angin baratan yang mencapai hingga 35 km per jam.

“Demi keselamatan, untuk sementara waktu nelayan-nelayan kecil kami minta tidak melaut dulu. Karena gelombang 3-4 meter saja sudah cukup membahayakan kapal-kapal nelayan. Apalagi ini tinggi gelombang mencapai 3-5 meter,” tuturnya.

Ahmad berharap, gelombang tinggi di perairan Kalimantan yang menyebabkan hilangnya 11 orang nelayan Indramayu pekan lalu, tidak terjadi lagi.

Menurutnya, hingga sepekan ke depan di laut Jawa akan terjadi gelombang tinggi sampai 5 meter. Namun ia mengakui, dalam kondisi cuaca saat ini, bisa saja 3-4 hari ke depan cuaca bisa berubah. “Puncak musim hujan terjadi pada Januari sampai Februari, seperti sekarang ini, perubahan cuaca secara signifikan bisa saja terjadi. Oleh karena itu, kami akan selalu memantau cuaca,” katanya. Perubahan cuaca, imbuhnya, tergantung pergerakan atmosfer di wilayah Indonesia.

Ahmad Faa Iziyn menjelaskan, dalam kondisi cuaca normal gelombang laut jawa hanya mencapai ketinggian 1-2 meter.

Terkait banjir yang terjadi di beberapa daerah di wilayah Cirebon, seperti di Indramayu, Kota dan Kabupaten Cirebon, Ahmad mengatakan, penyebab banjir selain tingginya curah hujan adalah kurangnya daerah resapan air di wilayah tersebut. “Sebenarnya curah hujan di wilayah Cirebon, Indramayu dan sekitarnya mencapai 100 milimeter per hari, ukuran ini masih terbilang normal,” ungkapnya.

Hanya saja, karena intensitas hujan saat ini lebih sering turun akhirnya berdampak pada banjir. “Tidak aneh kalau ada suatu tempat yang biasanya tidak banjir sekarang malah terkena banjir. Karena hujan turun setiap hari, sementara daerah resapan air kurang, sehingga air tumpah ruah kemana-mana,” pungkasnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s