Gubernur Jabar Instruksikan Tiap Daerah Bentuk BPBD

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

(Suara Gratia)Cirebon – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menginstruksikan pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh daerah.

Pembentukan BPBD dimaksudkan agar penanganan bencana di masing-masing daerah lebih sistematis. Saat ini dari 27 kota/kabupaten se-Jabar, 14 daerah di antaranya belum dilengkapi BPBD. Bahkan, daerah-daerah di Jabar yang kini terkena bencana tidak memiliki BPBD.

“Baru 13 daerah yang punya BPBD. Sedangkan yang saat ini terkena bencana terparah seperti Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon justru merupakan daerah yang belum memiliki BPBD,” ungkap dia usai meninjau dan memberi bantuan bagi korban banjir Jabar bersama Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono di Desa Jagapura, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, kemarin.

Instruksi gubernur itu sendiri akan dikeluarkan secara resmi tahun ini. Setiap kepala daerah diperintahkan membuat peraturan daerah (Perda) tentang pembentukan BPBD. Aher menegaskan, keberadaan BPBD sangat penting dalam mitigasi bencana masing-msaing daerah.

Sifat bencana yang tak diketahui datangnya, memungkinkan terjadinya penanganan yang belum baik. Di antaranya bantuan yang belum merata, kemungkinan korban yang terisolir seperti yang terjadi di Indramayu, serta masih banyak lagi.

Akibatnya, korban bencana akan merasa kurang terbantu. Di sinilah peran BPBD dalam menentukan langkah-langkah penanganan yang lebih sistematis, di mana semua pihak bergerak dan terkoordinir lebih baik.

Dia meminta, tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak membentuk BPBD. Apalagi jika beralasan keterbatasan anggaran maupun sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, pemprov siap membantu, terutama anggaran hingga pelatihan untuk peningkatan SDM pada BPBD.

Aher tak menampik, bencana kali ini merupakan salah satu yang terparah di Jabar. Meski saat ini di sejumlah kawasan bencana, khususnya banjir telah membaik, pihaknya belum menghitung total kerugian.

Namun, pemerintah menjanjikan pemberian bantuan, termasuk yang diberikan hari itu berupa pangan, sandang, perlengkapan alat penanganan bencana, hingga dana siap pakai. Pemprov Jabar sendiri berjanji akan memberikan benih bagi petani yang sawahnya terendam banjir.

“Sawah terendam di antaranya Indramayu sekitar 93.000 hektar, Karawang sekitar 90.000 hektar, termasuk Cirebon sekitar 4.000 hektar. Ini butuh penanganan, makanya kami akan berikan benih,” tambahnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s