Pemerintah Siapkan Dana Siaga Bencana Rp 3,5 triliun

Aparat keamanan mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.
Aparat keamanan mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) RI Agung Laksono menyebut bencana banjir yang menimpa sejumlah daerah di Jawa barat seperti Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon menimbulkan kerugian di bidang pertanian dan infrastruktur yang sangat besar.

Di Kabupaten Indramayu sekitar 93.000 hektar sawah terendam banjir, Karawang sekitar 90.000 hektar, termasuk Cirebon sekitar 4.000 hektar. Melihat besarnya kerusakan di bidang pertanian ini, pihaknya akan memberikan bantuan berupa benih tanam agar ketahanan pangan dapat terjaga, terlebih Jawa Barat khususnya Indramayu merupakan salah satu lumbung padi.

Hal ini diungkapkannya setelah meninjau dan memberi bantuan bagi korban banjir di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon, bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kemarin (Minggu, 27/01/2014).

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Heryawan memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa beras 1 ton, lauk pauk 2700 paket, pakaian 450 paket, peralatan dapur dan peralatan evakuasi.

Sementara, Agung Laksono memberikan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPS) berupa sembako senilai Rp 190 juta dan cek sebesar Rp 150 juta.

Dia meminta Kementerian Pekerjaan Umum melakukan betonisasi untuk menangani kerusakan jalan. Tak kalah penting, pihaknya memandang perlu ada gerakan normalisasi sungai dari hulu ke hilir. Masyarakat pun diminta tidak melakukan hal-hal yang dapat menganggu aliran sungai, seperti membuang sampah, membangun pemukiman, dan lainnya.

Menurutnya, dibutuhkan peran semua pihak, mengingat kemampuan finansial pemerintah terbatas. “Untuk kerugian bencana, kami masih tunggu laporan dari kepala daerah. Pemerintah pusat sendiri sudah menyiapkan anggaran untuk bencana tahun ini Rp 3,5 triliun pada BPBD, di luar anggaran yang ada di tiap kementerian,” bebernya.

Di tempat yang sama, Pejabat Sementara Bupati Cirebon Daud Achmad menyatakan, kerugian akibat banjir selama sekitar satu minggu di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar Rp 10 miliar. Pemkab Cirebon maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung berencana meninggikan tanggul dan pengerukan terhadap sungai-sungai di kawasan rawan banjir.

“Kabupaten Cirebon tergolong rawan bencana banjir, puting beliung, maupun longsor. Kali ini banjir terutama merendam ribuan rumah dan sawah, terparah di Kecamatan Gegesik maupun Kapetakan,” ujarnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s