Mahasiswa Meninggal Setelah Ikut Diklatsar

Pembantu Rektor III IAIN Syekh Nurjati Cirebon Cecep Sumarna (kiri) bersama anggota Mahapeka saat memberikan keterangan kepada media.
Pembantu Rektor III IAIN Syekh Nurjati Cirebon Cecep Sumarna (kiri) bersama anggota Mahapeka saat memberikan keterangan kepada media.

(Suara Gratia)Cirebon – Mahasiswa semester empat jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon (IAIN) Abdul Kodir Jaelani (20 tahun), meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (Mahapeka), yang dilaksanakan 13 Januari 2014 lalu di Bukit Palutungan Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan. Abdul tak sadarkan diri setelah mengikuti senam pagi di hari ke-13 dari tiga pekan yang dijadwalkan.

Pada 25 Januari lalu, Abdul sempat dilarikan ke Rumah Sakit Juanda Kabupaten Kuningan, dan dirujuk ke Rumah Sakit Sumber Waras Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Setelah mendapat perawatan intensif, Abdul menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 1 Pebruari 2014 lalu.

“Seluruh Civitas Akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Abdul Kodir Jaealani,” papar Pembantu Rektor III Cecep Sumarna ditemui di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jalan Perjuangan. Pihaknya lantas membentuk tim khusus bersifat internal untuk mengungkap penyebab dan kronologis kematian Abdul.

Cecep menjelaskan, pihak rektorat mendukung kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang bersifat mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kreatifitas dan karakter berfikir, namun tidak diijinkan sedikitpun untuk mengambil tindakan kekerasan. Kalau ada indikasi terjadi tindak kekerasan, pihaknya akan menjatuhi sanksi tegas dari pembekuan organisasi hingga drop out. “Kami tidak ingin hal ini terulang kembali, selanjutnya kami menunggu hasil penyidikan tim dokter mengenai penyebab kematian Abdul,” ungkapnya.

Sementara, menurut salah satu anggota Mahapeka IAIN Syekh Nurjati Cirebon Saepudin, almarhum Abdul meninggal setelah mengikuti senam pagi, padahal malam sebelumnya tidak ada aktifitas fisik yang berat dan berdasarkan formulir yang diisi, Abdul tidak memiliki riwayat penyakit khusus.

“Setelah senam pagi dia tidak sadarkan diri dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Lalu langsung kami bawa ke rumah sakit. Sejak mengikuti diklatsar almarhum tidak menunjukkan gejala sakit apapun, dia baik-baik saja, bahkan sebelum ikut kegiatan seluruh peserta mencantumkan surat kesehatan dari dokter” jelasnya.

Ia mengaku, sempat kesulitan menghubungi pihak keluarga karena, almarhum tidak mencantumkan alamat lengkap dalam formulir peserta, akhirnya alamat rumah keluarga ditemukan setelah mendapat informasi dari teman sekelas Adbul. “Kami agak terlambat memberitahukan kepada pihak keluarga, karena kesulitan mencari alamat almarhum” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s