Selamatkan Sawah Puso Akibat Banjir, Pemerintah Siapkan 13.600 ton Benih

Sawah terendam banjir di Blok Kalimenir Desa Eretan Wetan Kabupaten Indramayu.
Sawah terendam banjir di Blok Kalimenir Desa Eretan Kulon Kabupaten Indramayu.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemerintah menyiapkan 13.600 ton cadangan benih nasional (CBN) untuk membantu petani yang lahannya diterjang banjir. Benih sebanyak itu, dialokasikan untuk 500.000 hektar lahan sawah. Selain menyiapkan benih, pemerintah juga mengalokasikan dana bantuan Rp 3,7 juta per hektar, bagi petani yang lahannya mengalami puso.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Suswono, saat memimpin rapat penanggulangan banjir di wilayah pantura Jabar yang berlangsung di Kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Cirebon.

Rapat mendengarkan paparan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Cirebon, Subang dan Karawang, terkait dengan hasil inventarisasi kerugian akibat banjir. Di empat wilayah tersebut, kebutuhan benih bagi lahan yang terendam banjir kurang dari 2.000 ton.

Mentan minta daerah segera mengakses CBN, agar segera bisa melakukan penanaman. Suswono menjamin prosedur administrasi bakal dipangkas, untuk mempercepat sampainya benih di tangan petani, karena benih memiliki usia tertentu.

“Kami tidak ingin kejadian di Kabupaten Demak terulang. Hanya gara-gara terganjal persyaratan administrasi, benih telat sampai di tangan petani sehingga mubazir karena melewati masa kadaluarsa benih,” katanya.

Meski demikian, Suswono meminta persyaratan administrasi tetap harus dipenuhi, tetapi bisa menyusul.

Terkait dengan dana bantuan sebesar Rp 3,7 juta per hektar, Suswono mengungkapkan, pengajuan dana sudah dilakukan, tapi belum terealisasi. “Kami sudah mengajukan alokasi dana Rp 200 miliar untuk membantu petani yang mengalami puso. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera terealisasi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Firman Muntako, melaporkan kerugian banjir di Indramayu di sektor tanaman pangan saja yang mencapai Rp 1,7 triliun. Padahal APBD 2014 hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

“Lahan yang terendam akibat banjir mencapai 48.742 hektar. Dari luas tersebut 33.938 ha diantaranya dipastikan puso. Untuk lahan persemaian 15.095 ha. Kami membutuhkan bantuan benih setidaknya 1.225 ton. Belum lagi perbaikan infrastruktur pertanian, yang rusak akibat banjir,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karawang, Kadarisman mengungkapkan, sekitar 10.856 lahan terendam banjir. “Luas lahan yang terendam itu, sekitar 70 % dari luas tanam,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang Endang Sutarsa mengungkapkan lahan yang terendam banjir seluas 11.872 hektar. Dari luas lahan itu, 3.460 ha diantaranya gagal panen.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon Ali Effendi menjelaskan, dari luas lahan yang terendam 4.005 hektar, seluas 1.193 ha diantaranya sudah dilakukan tanam ulang. “Kerugian total dari pertanian dan peternakan sekitar Rp 10 miliar,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut,  Suswono meminta Dinas Pertanian untuk melakukan verifikasi ulang, untuk memastikan lahan yang dipastikan rusak akibat banjir. “Sekarang kan mungkin masih ada yang tergenang. Bisa saja, meski tergenang, masih bisa selamat tidak sampai puso,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s