Berbagi Kasih Korban Banjir Sekolah Kristen Terang Bangsa & Suara Gratia FM

Gambar(Suara Gratia)Cirebon – Sedikitnya 200 paket sembilan bahan pokok (sembako), selimut, tikar, dan puluhan alat tulis didonasikan untuk korban banjir di Desa Eretan Kulon Blok Kalimenir Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indrmayau. Paket sembako ini hasil dari sumbangan yang dikumpulkan secara kolektif oleh siswa-siswi Sekolah Kristen Terang Bangsa (SK Terbang) Cirebon, dari tingkat Playgroup sampai SMA, guru dan karyawan, serta pendengar Radio Suara Gratia FM.

Bantuan ini telah diserahterimakan pada Jumat 7 Pebruari 2013 kepada Forum Aktivis Pantura. Selanjutnya, bantuan ini akan disalurkan untuk para korban banjir di RT 05 dan RT 06 Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu. Di tempat ini tercatat, ratusan rumah rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Koordinator Forum Aktivis Pantura, Teguh menjelaskan, sedikitnya 105 rumah rusak akibat terendam banjir setinggi kurang lebih 150 cm, selama satu pekan. “Di RT 05 ada 9 rumah yang roboh, sementara di RT 06 sebanyak 6 rumah rata dengan tanah,” terangnya. Banjir yang menenggelamkan ratusan rumah ini juga telah merenggut 3 korban jiwa tewas terseret arus sungai.

Menurut Teguh, desa ini sangat membutuhkan bantuan mengingat persediaan bahan pangan sudah menipis, oleh karena itu ia bersama relawan lainnya berterima kasih atas donasi yang diberikan siswa-siswi SK Terang Bangsa Cirebon.

Ketua Yayasan Terang Bagi Sejahtera Bangsa yang menaungi SK Terbang Cirebon Elisabeth Ina Kristanti mengatakan, donasi untuk korban banjir merupakan sikap peduli kepada sesama dari seluruh civitas akademika SK Terbang bersama masyarakat Cirebon. Selain itu, untuk melatih jiwa sosial siswa-siswi agar mereka mau berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan. “Kami turut prihatin atas apa yang menimpa saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir di Indramayu dan mendoakan agar semuanya segera berlalu,” jelasnya.

Ina berharap, korban banjir dapat ditangani dengan baik oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dan bencana serupa tidak terjadi di masa yang akan datang. “Kita memiliki tanggung jawab untuk meringankan beban mereka,” Menurutnya, dari peristiwa ini siswa-siswi dapat belajar akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, saling tolong-menolong, pengorbanan, dan sikap saling melayani. (Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s