Kota Cirebon Tuan Rumah Pertama “Milo School Competition”

Jumpa Pers "Milo School Competition" yang dihadiri mantan atlet bulu tangkis Nasional Taufik Hidayat (kanan) di Cirebon.
Jumpa Pers “Milo School Competition” yang dihadiri mantan atlet bulu tangkis Nasional Taufik Hidayat (kanan) di Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Sebanyak 632 siswa SD dan SMP di Kota Cirebon, mengikuti kompetisi bulu tangkis tingkat Kota. Kota Cirebon merupakan Kota pertama dalam kompetisi bulu tangkis “Milo School Competition” selain Yogyakarta, Surabaya, dan Palembang. Kota ini terpilih, karena animo masyarakatnya khususnya pelajar terhadap olahraga bulu tangkis, sangat tinggi.

Menurut Wakil Ketua PBSI Kota Cirebon Tursila Yusuf, kompetisi ini menambah semangat para siswa yang selama ini menekuni olahraga bulu tangkis, baik melalui sekolah maupun klub untuk ikut berlomba dan mengasah bakatnya. “Banyak pecinta bulu tangkis di Kota Cirebon yang sudah tidak sabar menunggu kompetisi semacam ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, para peserta Milo School Competition tidak dipungut biaya atau gratis. Hal ini yang menurutnya, menambah rasa optimis bahwa kompetisi ini akan meningkatkan kemampuan pelajar menjadi lebih baik, sekaligus mengantarkan mereka untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi. “Saya berharap, kegiatan seperti ini diselenggarakan setiap tahun di Kota Cirebon. Karena cukup banyak siswa yang berprestasi terutama tingkat pemula dan mereka telah masuk beberapa kejuaraan tingkat daerah sampai tingkat nasional,” tandasnya.

Business Executive Manager Beverages Nestle Indonesia, Prawitya Soemadijo mengatakan, Milo School Competition adalah satu-satunya kompetisi bulu tangkis antar sekolah yang sejak tahun ini ada dalam kalender PBSI. Dengan masuknya program ini dalam kalender PBSI, maka ada penambahan kategori di format pertandingan yaitu Tunggal Open (kelompok umur 10-12 tahun dan 13-15 tahun) serta Ganda Open (kelompok umur 10-12 tahun dan 13-15 tahun).

“Setelah Cirebon, kompetisi ini akan dilaksanakan di Kota berikutnya yaitu Yogyakarta, Surabaya, dan Palembang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejak pertama kali digelar pada tahun 2002 lalu, program ini telah diikuti oleh lebih dari 28.500 murid SD dan SMP di 25 kota dan 16 provinsi di Indonesia. “Program ini bertujuan untuk membantu memassalkan bulu tangkis serta menyiapkan generasi penerus bulu tangkis berprestasi,” bebernya.

Sementara, mantan atlet bulu tangkis Nasional Taufik Hidayat yang hadir dalam kesempatan ini, berharap muncul bibit-bibit baru untuk mengibarkan kembali sang Merah Putih di seluruh dunia melalui olahraga bulu tangkis. “Saya berharap melalui kompetisi ini muncul atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” jelasnya.

Menurutnya, untuk dapat mencetak atlet berkualitas dan berprestasi membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah. “Pemerintah harus mendukung. Karena banyak yang mau main (bulu tangkis) tapi sarana dan prasarananya tidak memadai,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s