Kerusakan Jalur Pantura, Sebabkan Kerugian Pengusaha Angkutan

Sekretaris DPC Organda Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Karsono.
Sekretaris DPC Organda Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Karsono.

(Suara Gratia)Cirebon – Kerusakan jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon Jawa Barat, akibat terjangan banjir bberapa waktu lalu. Dalam dua bulan mengakibatkan Perusanaan Otobus (PO) rugi ratusan miliar rupiah. Kerugian tersebut, diakibatkan oleh membengkaknya ongkos operasional, mulai dari kondisi kendaraan hingga kru.

Sekretaris DPC Organda Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Karsono menyatakan, jalur pantura yang rusak parahmenyebabkan 90 persen pengusaha angkutan nyaris tidak beroperasi. ” Pantura merupakan satu-satunya fasilitas utama transportasi, sementara jalur alternatif seperti Cikamurang, juga kondisirnya tidak lebih baik. Akibat banjir di pantura, jalanan jadi rusak,” bebernya, ketika ditemui ditempat kerjanya.

Tidak hanya membuat PO merugi hingga milaran rupiah, kerusakan jalur Pantura juga menyebabkan kemacetan. Hal ini menyebabkan, kecepatan kendaraan menurun dan berdampak pada lamanya waktu tempuh.

Karsono menjelaskan, dalam kondisi normal Cirebon-Merak bisa ditempuh hanya dalam satu hari, sementara dalam kondisi pantura rusak waktu tempuh menjadi 2 sampai 3 hari. Beban biaya bahan bakar pun harus dikeluarkan, karena kemacetan parah di jalur Pantura.

Karsono yang juga pengusaha salah satu PO bus di Cirebon ini juga mengeluhkan turunnya pendapatan. Dalam satu hari, rata-rata PO menerima setoran Rp 800ribu-Rp 1juta. Namun kini, setoran baru mereka terima dalam waktu tiga hari dalam jumlah yang sama.

Selain itu, jalan yang rusak membuat kendaraan mudah rusak nyaris setiap hari. Kerusakan kerap terjadi pada per kendaraan maupun roda. Setidaknya 60% armada kini lebih sering berganti spare part akibat rusak.

“Banyak yang rusak sebelum waktunya. Kalau sering ganti spare part rugi waktu juga,” imbuhnya.

Meski begitu, dia memastikan angkutan tetap beroperasi. Di sisi lain, pihaknya pun mempertanyakan kualitas jalan pantura, meski hampir tiap tahun diperbaiki.

Selain itu dengan kondisi seperti sekarang, jalur pantura seolah tak layak disebut sebagai jalan nasional karena pada praktiknya situasi pantura tak ubahnya jalan konvensional lain dengan aktivitas warga yang semrawut. Karena itu, pihaknya meminta pengawasan pembangunan pantura, serta pelaksanaannya.

Sementara itu, perbaikan jalan pantura secara darurat hingga kini terus dilakukan aparat TNI. Kepala Staf Korem 063/Sunan Gunung Jati Letkol Arh Eddy Widianto menyebutkan, perbaikan dilakukan di seluruh pantura di wilayah Korem 063/Sunan Gunung Jati melalui masing-masing Kodim.

“Perbaikan dilakukan di wilayah Kodim/0604 Karawang di Tol Cikopo sampai Jatisari 10 km sejumlah 184 titik,” terangnya.

Selain itu, Kodim 0605/Subang juga melakukan perbaikan dari Pabuaran sampai Pusakajaya 10 km sejumlah 29 titik, Kodim 0616/Indramayu dari Sukra sampai Sukagumiwang 50 km sejumlah 456 titik, Kodim 0620/Kabupatan Cirebon dari Susukan sampai Losari 305 km sejumlah 929 titik. Perbaikan dilakukan dengan cara menambal setiap lubang pada jalan yang bersifat sementara, sampai instansi terkait yakni Kementerian Pekerjaan Umum memperbaikinya secara permanen.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s