9 Bangunan di Area Stasiun Cirebon Dibongkar

Petugas PT KAI Daop III Cirebon dibantu pemilik tempat usaha, membongkar 9 banguna di area Stasiun Cirebon.bangunan
Petugas PT KAI Daop III Cirebon dibantu pemilik tempat usaha, membongkar 9 bangunan di area Stasiun Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Sabtu, 1 Maret 2014 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daops) III Cirebon melakukan penertiban bangunan di sekitar Stasiun Besar Cirebon. Sebanyak 9 bangunan dengan luas keseluruhan mencapai 1.000 m2, yang sebelumnya menjadi tempat usaha seperti cuci mobil, jasa pengiriman paket, penitipan kendaraan, dan lainnya diratakan dengan tanah. Proses pembongkaran berjalan kondusif, karena pemilik bangunan dengan kesadaran sendiri rela membantu proses pembongkaran dari awal hingga akhir.

Proses pembongkaran yang sedianya menggunakan alat berat pun dibatalkan, karena pemilik bangunan bersedia membongkar bangunan dengan alat seadanya. Sebelumnya seluruh pemilik usaha tersebut, sudah diberi surat peringatan pengosongan lahan.

Manajer Humas Daops III Cirebon Suprapto menjelaskan, lahan hasil penertiban tersebut akan digunakan untuk perluasan areal parkir, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kawasan parkir Stasiun Cirebon yang sebelumnya mempunyai luas sekitar 5 ribu m2, akan bertambah menjadi 6 ribu m2. Diharapkan dengan luas tersebut, Stasiun yang dibangun oleh arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen pada tahun 1920 ini, dapat menampung sebanyak 180 kendaraan roda empat dan 400 roda dua,” tuturnya.

Selain penambahan luas lahan parkir, hasil penertiban ini juga akan menjadikan Stasiun Besar Cirebon sebagai salah satu ikon sejarah Kota Cirebon, tampak lebih besrih dan indah.

Sebelum dilakukan pembongkaran, imbuh Prapto, dua bulan lalu sudah diberikan surat peringatan pengosongan lahan. Awalnya, pemilik bangunan tersebut sempat menolak, namun berkat pendekatan secara persuasif dan proses negosiasi yang cukup panjang, pemilik bangunan tersebut dengan sukarela tempat usahanya dibongkar, bahkan mereka ikut membantu proses pengosongan lahan.

“Dalam peroses pembongkaran ini kami tidak menggunakan alat berat, dan kami menyiapkan 50 orang petugas yang terdiri dari Polisi Khusus KA, pegawai dinas PT KAI, unit aset, dan unit-unit yang lainnya,” katanya.

Sementara, salah satu pengelola usaha pengiriman paket yang bangunannya ikut dibongkar, Samsuri menyatakan, tidak keberatan tempat usahanya tersebut diratakan dengan tanah karena sejak jauh hari dirinya sudah menyiapkan tempat usaha baru yang tidak jauh dari area Stasiun Cirebon. “Tidak masalah. Saya sudah satu tahun disini. Saya sudah menyiapkan tempat baru,” tandasnya.

Ia mengaku, sebelum pembongkaran pihak PT KAI sudah memberikan sosialisasi terlebih dahulu. “Saya mematuhi perintah dari atasan,” pungkasnya. Samsuri tidak takut kehilangan pelanggan, karena sebelum pindah tempat ia sudah memberitahu kepada seluruh pelanggannya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s