Protes Pengalihan Trayek Elf, Ratusan Angkot Mogok Beroperasi

Ratusan angkot di Cirebon mogok massal, menyusul dialihkannya trayek elf.
Ratusan angkot mogok massal di perempatan Jalan Rajawali Perumnas Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Ratusan Angkutan Kota (Angkot) D5 dan D6 jurusan Perumnas-Gunung Sari-Siliwangi di Kota Cirebon melakukan aksi mogok massal. Aksi mogok ini disebabkan oleh pengalihan jalur elf yang tidak lagi melewati perempatan Jalan Rajawali Perumnas. Pengalihan jalur ini menyebabkan ratusan sopir angkot kehilangan penumpang.

Aksi ratusan sopir angkot yang mogok beroperasi dimulai pukul 08.00 Wib Senin 3 Maret 2014 ini, tidak hanya menghentikan kendaraan mereka di pinggir jalan, para supir ini nekat memberhentikan angkot sejenis lainnnya dan penumpang pun dipaksa turun. Hal ini, menyebabkan ketegangan antara penumpang dan sopir angkot, karena penumpang kecewa tidak bisa sampai ke tempat tujuan masing-masing.

Salah satu sopir angkot yang melakukan aksi mogok massal Mus (40 tahun) meminta kepada pihak Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinkom) Kota Cirebon untuk meninjau kembali trayek elf yang dialihkan. “Kami keberatan dengan kebijakan Dishubinkom Kota Cirebon, karena Angkutan elf jurusan Cirebon-Kuningan, Cirebon-Losari, Cirebon-Babakan-Ciledug, yang menuju terminal, kini tidak lagi melewati perempatan Rajawali,” ujarnya.

Menurutnya, pengalihan jalur elf tersebut berdampak pada sepinya penumpang dan pendapatan pun menjadi turun. “Tahu sendiri Mas, kalau penumpang dari Perumnas kebanyakan bawa kendaraan pribadi, tapi kalo penumpang elf kan kebanyakannya dari daerah. Yang jelas para sopir keberatan dengan pengalihan jalur tersebut,” tegasnya.

Supir lainnya, Yadi (41 tahun) mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, selama trayek elf-elf tersebut melewati perempatan Rajawali Perumnas, banyak penumpang dari Kuningan, Losari, dan Ciledug menuju ke beberapa tempat di Kota Cirebon menggunakan angkot D5 dan D6. “Elf-elf itu kan bawa penumpang dari Kuningan, Losari, dan Ciledug, banyak yang turun di Rajawali, jadi kita gampang cari penumpang,” tandasnya.

Sementara, penumpang yang terlantar menjadi rejeki dadakan bagi tukang ojek. Karena, puluhan tukang ojek kebanjiran penumpang yang tidak terangkut aongkot. Pasalnya, ratusan penumpang yang terlantar kesulitan menuju tempat tujuannya, karena angkot yang mereka naiki mogok beroperasi.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s