Pemkot dan Asosiasi Pedagang Belum Sepakati Jumlah Minimarket di Kota Cirebon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

(Suara Gratia)Cirebon – Kesepakatan jumlah minimarket yang boleh berdiri di Kota Cirebon belum tercapai. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dan asosiasi pedagang kecil hingga kini belum menemukan titik terang, berapa jumlah minimarket yang boleh beroperasi di Kota Cirebon.

Akibatnya, peraturan daerah (perda) mengenai minimarket belum dapat direalisasikan. Para pedagang kecil menghendaki minimarket sejumlah 44 unit di tiap ruas jalan, sedangkan tim asistensi Pemkot Cirebon menginginkan 80 unit.

“Kami ingin 44 unit minimarket di 22 ruas jalan kota saja yang diperbolehkan. Dengan kata lain, hanya dua unit di tiap ruas jalan,” papar Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional dan Pedagang Kecil, Agus Saputra.

Namun, lanjut dia, usulan mereka dihadang kehendak tim asistensi pemkot yang justru menginginkan lebih banyak minimarket hingga mencapai 80 unit. Usulan itu tentu ditolak para pedagang karena dianggap akan semakin mengancam keberadaan mereka.

Para pedagang pun berharap pemkot mengkaji kembali jumlah minimarket yang diusulan dengan memandang situasi yang mereka hadapi. Saat ini saja, keberadaan minimarket telah mengancam para pedagang kecil sehingga diharapkan tak mematikan usaha mereka sama sekali.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Perda Minimarket Dardjat Sudradjat menyatakan, belum diputuskannya perda minimarket bukan disebabkan masih tarik ulurnya jumlah minimarket yang diperbolehkan. Menurut dia, hal itu lebih karena keberadaan tim asistensi yang tak lengkap saat dengar pendapat dengan para pedagang kecil.

“Perda ini sudah mepet sebenarnya, kami target akan diparipurnakan 12 Maret nanti,” tutur dia.

Dia mengatakan, jika mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ada 22 ruas jalan yang diperbolehkan untuk pendirian minimarket. Dengan demikian, jumlah 44 unit yang diusulkan para pedagang merupakan angka yang masuk akal.

Dia pun mempertanyakan ajuan jumlah minimarket dari tim asistensi pemkot yang mencapai 80 unit. Dia mengatakan, jika mengacu pada

peraturan wali kota (perwali) jumlah minimarket yang diperbolehkan 60 unit. Namun saat ini jumlah itu berlebih yakni 88 unit, di mana diketahui 55 unit di antaranya berizin sedangkan sisanya tak berizin. Meski begitu, dia meyakinkan pihaknya hanya memfasilitasi dengan tetap mengacu pada prinsip melindungi pedagang kecil.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s