Polres Cirebon Kota Menangkap 3 Anggota Jaringan Pengedar Narkoba

Kasat Narkoba Polres Ciko AKP Alisman (kiri), bersama tiga tersangka pengedar dan penjual narkoba yang beroperasi di wilayah Cirebon.
Kasat Narkoba Polres Ciko AKP Alisman (kiri), bersama tiga tersangka pengedar dan pemakai narkoba yang beroperasi di wilayah Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Maraknya peredaran Narkoba di Kota Cirebon membuat pihak Kepolisian harus bekerja ekstra keras untuk menghentikannya. Satuan Narkoba Polres Cirebon Kota (Ciko) berhasil membengkuk tiga orang jaringan pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu-sabu, ganja dan inek. Ketiganya ditangkap di tempat yang berbeda, hasil dari pengembangan polisi, setelah sebelumnya berhasil mengamankan seorang perempuan yang tertangkap tangan memiliki sabu-sabu sebanyak empat paket dan alat hisapnya.

Ketiganya adalah S (35 tahun) warga Jalan Samadikun Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, penanangkapan kedua yang dilakukan oleh jajaran Satnarkoba Polres Ciko adalah, K (35 tahun) warga Jalan Sukajadi Kejaksan Kota Cirebon, dan GG (33 tahun) warga Perumnas Kota Cirebon.

Kasat Narkoba Polres Ciko AKP Alisman mengatakan, penangkapan ini setelah adanya laporan dari masyarakat yang curiga di wilayah sekitar sering dijadikan transaksi jual beli narkoba. “Dari pelaku kami menyita barang bukti berupa dua paket sabu-sabu seharga Rp 300 ribu per paket, ganja kering siap jual seharga Rp 250 ribu, dua paket ganja siap pakai seharga Rp 50 ribu, dan tiga butir pil inek yang dua butir sudah dihancurkan dan siap dikonsumsi,” tuturnya.

Alisman menjelaskan, masing-masing pelaku dijerat Pasal 114, 112, dan 111 undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. “Selain pemakai mereka juga mengedarkan narkoba,” jelasnya.

Sementara, salah satu tersangka S mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial H berasal dari Jakarta, yang dititipkan melalui salah satu kurir di Terminal Harjamukti Kota Cirebon. “Saya transfer dulu uangnya, lalu barangnya dikirim. Ngambilnya di terminal,” bebernya.

S yang berprofesi sebagai penjual parfum keliling ini pun tidak menampik jika dirinya disebut sebagai pemakai narkoba jenis sabu-sabu, karena ia sudah mengkonsumsi obat terlarang ini sejak tahun 2005. “Saya pake dari tahun 2005, udah lama gak make sekarang baru make lagi. Untuk menambah stamina,” pungkasnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s