Pemprov Jabar Targetkan 100 ribu Wirausahawan Muda

Wagub Jabar Deddy Mizwar (kedua dari kiri) dan Owner Sentra Batik Trusmi Ibnu Riyanto (kiri), saat launching Pesona Batik di Trusmi Kabupaten Cirebon.
Wagub Jabar Deddy Mizwar (kedua dari kiri) dan Owner Sentra Batik Trusmi Ibnu Riyanto (kiri), saat launching Pesona Batik di Trusmi Kabupaten Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan memiliki 100 ribu wirausahawan baru dengan sasaran geneasi muda. Wirausahawan tersebut bergerak di berbagai sektor, salah satunya adalah pengusaha batik di Kabupaten Cirebon.

Hal ini disampaikan wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat melaunching Pesona Batik di pusat Batik Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Menurutnya, upaya tersebut sedang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Jawa Barat. “Target ini akan tercapai, jika semua pihak turut serta dalam penanganan sektor usaha, baik itu perguruan tinggi hingga pemerintah yang memberikan permodalan hingga membuka peluang pasar,” tuturnya.

Deddy menjelaskan, program pengembangan wirausaha muda ini masih memprioritaskan mahasiswa atau pekerja muda yang ingin beralih profesi, namun memiliki keuletan dan ketekunan dalam bidangnya masing-masing. “Kami memiliki syarat 0-5 yaitu, belum pernah memiliki usaha. Dengan usia antara 18 hingga 46 tahun,” bebernya.

Program wirausaha muda merupakan icon utama bagi UMKM, karena kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) pelaku usaha mikro menyumbang sebesar 55 persen, dibandingkan usaha besar lainnya. Selain itu, dapat menyerap sekitar 99 persen tenaga kerja dari sektor usaha kecil menengah (UKM).

“Jumlah wirausaha di Jabar tahun 2014 mencapai 9,1 juta, angka tersebut masih jauh dari angka ideal wirausahawan di Jabar yang harus mencapai minimal 2 persen dari jumlah penduduk, yakni sekitar 44 juta jiwa,” terangnya.

Lebih jauh Deddy menambahkan, keberadaan wirausahawan baru dinilai sangat penting, karena keberadaan mereka akan menuntaskan permasalahan dirinya sendiri dalam hal ekonomi. Di saat yang bersamaan, mereka akan memecahkan masalah pengangguran.

Sementara, owner Sentra Batik Trusmi Ibnu Riyanto mengatakan, untuk menjadi wirausahawan muda tidak mudah, dibutuhkan keuletan dan ketekunan dalam menjalankan usaha. Selain itu, menurutya, wirausahawan harus memiliki pengetahuan luas mengenai peluang usaha. “Menjalankan bisnis di usia muda tidak mudah. Banyak yang harus dikorbankan,” tutur salah satu pengusaha muda Cirebon, yang berhasil memecahkan rekor MURI (Maret 2013) sebagai pemilik sentra batik terluas di Indonesia di usia 24 tahun.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s