Satu Orang Warga Binaan Terpidana Teroris Lapas Cirebon, Ikut Nyoblos

Warga binaan Lapas Klas I Cirebon menggunakan hak pilihnya di TPS 20.
Warga binaan Lapas Klas I Cirebon menggunakan hak pilihnya di TPS 20.

(Suara Gratia)Cirebon – Sebanyak 14 dari 15 terpidana teroris penghuni Lapas Klas 1 Kesambi Cirebon memutuskan tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif tahun 2014, Rabu (9/4/2014) lalu. Sehingga dari total daftar pemilih tetap (DPT) 367 jiwa di tempat pemungutan suara (TPS) 20/TPS Khusus Lapas Kesambi, jumlahnya berkurangg menjadi 353 jiwa.

Menurut Kepala Lapas Klas I Cirebon Agus Soekono, dari 15 warga binaan terpidana teroris hanya satu yang mau menerima, sedangkan sisanya menolak.

“Itu hak mereka, kami tidak bisa memaksanya,” tuturnya di sela-sela memantau pelaksanaan pemungutan suara di TPS 20 LP Kesambi, Rabu (9/4/2014).

Ia menyebutkan,  tidak heran jika terpidana teroris mengambil sikap demikian. Karena dalam program pembinaan lain pun mereka sikapnya sama selalu melakukan penolakan.

“Dari 15 napi kasus teroris tersebut, 3 orang di antaranya adalah terpidana kasus teroris bom Cirebon. Sedangkan sisanya dari kasus teroris bom buku Jakarta dan terpidana teroris bahan peledak,” terangnya.

Agus melanjutkan, berbeda dengan 10 orang terpidana hukuman mati. Mereka sehari sebelumnya mau menerima kartu panggilan suara dan siap ikut memilih.

Disingggung total penghuni Lapas Kesambi saat ini, Agus menyatakan dari kapasitas 555 orang, terisi 544 orang. “Di antara mereka ada yang dilibatkan di TPS, namun sifatnya hanya membantu administrasi saja,” katanya.

Sementara itu, seorang warga binaan Lapas Klas I Kesambi, Asep (29 tahun) menyatakan, meskipun Ia memilih, namun diakuinya tidak tahu nama-nama caleg. Apalagi sebelumnya tak pernah ada kampanye di dalam LP.

“Tidak pernah ada yang kampanye. Makanya saya hanya tahu partai-partai saja dari TV,” katanya.

Terpisah, pelaksanaan pemungutan suara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon, hanya dilakukan dengan TPS berjalan. Para petugas TPS di antaranyya datang dari TPS Kesambi Dalam dan TPS Simaja, mereka berkelilinggg ke ruangan-ruangan pasien.

“Setelah didata, jumlah pasien yang menyerahkan copy KTP untuk memilih, mencapai 108 orang,” kata Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Gunungjati, Yayat Sudaryat.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s