Pemkot Cirebon Pantau Pelaksanaan UN

Dalam memantau pelaksanaan UN di sekolah-sekolah, Wali Kota Cirebon Ano SUtrisno menyematkan diri menjenguk siswa SMAN 7 yang mengikuti UN di UKS.
Dalam memantau pelaksanaan UN di sekolah-sekolah, Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno menyempatkan diri menjenguk siswa SMAN 7 yang mengikuti UN di UKS.

(Suara Gratia)Cirebon – Hari ini, Senin 14 April 2014 Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mengunjungi sejumlah SMA/SMK/MAN untuk memantau langsung pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2014 di Kota Cirebon. Kunjungan tersebut dimulai dari SMKN 1, SMAN 7,  MAN 2, dan SMAN 9.

Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno menargetkan tingkat kelulusan 100 persen. “Tingkat kelulusan tahun ini sebesar 100 persen,” tuturnya di sela-sela pemantauan UN di SMAN 9. Ano juga berharap nilai kelulusan rata-rata anak didik meningkat. “Kalau kemarin 5,2 sekarang harus mencapai 5,5 atau lebih,” terangnya.

Menurutnya, UN di Kota Cirebon tahun 2014 terbilang berjalan lancar dan aman, karena dari pemantauan tersebut tidak ada kertas soal yang tertukar atau kebocoran jawaban soal, serta kekurangan kertas soal UN. “Pada prinsipnya tidak ada masalah, karena pengamanan soal UN melibatkan unsur aparat Kepolisian,” imbuhnya.

Namun, ia mengaku di SMKN 1 Kota Cirebon terdapat dua siswa yang Drop Out, sehingga tidak bisa mengikuti UN. “Ini menjadi bahan bagi saya untuk menelusuri kenapa bisa terjadi DO,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Cirebon Hendi Suhendi mengatakan, dua orang anak didik di sekolahnya tidak mengikuti UN tahun ini karena DO. “Satu siswa memang sudah mengundurkan diri sejak awal, yang satunya atas nama Dimas karena kecelakaan kakinya di amputasi,” terangnya. Untuk yang DO, pihaknya akan mengusulkannya untuk diikutkan paket C.

Ia mengaku, pelaksanaan UN di SMKN 1 Kota Cirebon berjalan lancar, tidak ada kekurangan kertas soal dan kebocoran kunci jawaban. “Alhamdulillah semuanya lancar,” tuturnya.

Di SMAN 7 Kota Cirebon dua siswa harus mengikuti UN di rumah sakit dan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS). “Maryam Nurjayanti kelas IPA didagnosa mengalami hampir kelumpuhan, mengikuti UN di Rumah Sakit Medika Palimanan Kabupaten Cirebon, dan Dini Safitri kelas IPS sakit Typhus sehingga mengikuti UN di UKS,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 7 Nendi.

Nendi mengaku, hari pertama UN berjalan sesuai dengan rencana. “Tidak ada kekurangan soal dan kebocoran soal” tandasnya.

Lancarnya pelaksanaan UN juga diakui oleh Kepala Sekolah SMAN 9 Kota Cirebon Rini Mulyanti Santoso. “Seluruh siswa hadir tidak ada yang absen, kertas soal lengkap dan baik,” katanya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s