PNS Pemkab Cirebon Diwajibkan Menggunakan Bahasa Cirebon

Kongres II Basa Cerbon yang digelar tahun lalu di Kota Cirebon.
Kongres II Basa Cerbon yang digelar tahun lalu di Kota Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra mengimbau penggunaan bahasa Cirebon setiap Kamis pada minggu pertama dan ketiga.

Penggunaan bahasa ibu Cirebon (kromo inggil) diberlakukan bagi kepala daerah dan wakilnya, jajaran aparatur pemda, pimpinan dan anggota DPRD, para kuwu (kepala desa) beserta perangkatnya, pimpinan dan anggota BPD, hingga para pendidik dan peserta didik. Untuk ini, Sunjaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) pada 10 April lalu bernomor 434/849/Huk Tentang Penggunaan Bahasa Cirebon di Lingkup Pemkab Cirebon.

“Dalam waktu dekat akan dibuat peraturan daerah (perda) soal ini,” tuturnya.

Bahasa Cirebon diberlakukan dalam kegiatan belajar mengajar pendidikan bahasa, sastra, dan budaya Cirebon bagi peserta didik di setiap jenjang, baik formal maupun nonformal, sesuai kurikulum muatan lokal. Selain itu, kegiatan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah hingga secara luas di tengah masyarakat.

Menurutnya, kebijakan itu dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki masyarakat Cirebon terhadap daerahnya sendiri. “Kuatnya pengaruh arus globalisasi serta pesatnya perkembangan kemajuan teknologi yang menyentuh berbagai sendi kehidupan kemasyarakatan, dianggap dapat melemahkan penggunaan bahasa Cirebon,” terangnya.

Bahasa Cirebon sebagai bahasa ibu memiliki nilai luhur dalam kehidupan sosial budaya. Selain itu Bahasa Cirebon merupakan warisan leluhur dan jati diri masyarakat Kabupaten Cirebon yang santun, ramah, dan bermartabat.

“Dengan menggunakan bahasa ibu, kami harap telah mewujudkan penghargaan dan pelestarian budaya Cirebon,” katanya.

Sementara, imbauan Bupati Sunjaya tersebut bagi budayawan Cirebon Nurdin M Noer layak diapresiasi sebagai langkah awal pelestarian nilai luhur budaya. Hal ini terutama sesuai dengan UU No 24 Tahun 2009 Tentang Lagu, Bendera, dan Bahasa.

“Dalam Pasal 42 disebutkan pemda wajib mengembangkan dan membina bahasa daerah di daerahnya sendiri, pengembangannya sendiri sifatnya luwes,” paparnya.

Dia mengingatkan, penggunaan bahasa Cirebon sebagaimana diimbau dalam SE tersebut harus dijaga konsistensinya melalui penyadaran diri masyarakatnya. Imbauan semacam ini sulit diawasi, meski sifatnya wajib tak ada sanksi yang menyertai. Setiap personal harus menyadari bahasa Cirebon penting dan memiliki nilai budaya yang harus dilestarikan.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s