TPA Kabupaten Cirebon Pindah ke Bekas Galian C

Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Cirebon merupakan fasilitsa warga untuk membuang sampah.
Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Cirebon merupakan fasilitas warga untuk membuang sampah.

(Suara Gratia)Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana membeli tanah bekas galian C di kawasan Gemulung Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, untuk dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Pembuatan TPA di Gemulung ini akan melengkapi TPA Gunungsantri di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, yang selama ini menerima sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon. Saat TPA Gemulung berfungsi, TPA Gunungsantri akan dijadikan tempat pembuangan khusus bagi sampah-sampah se-Kabupaten Cirebon di wilayah barat.

Setiap harinya, TPA Gunungsantri menerima sekitar 400 kubik sampah. Menurut Kepala Seksi Kebersihan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Cirebon Dedi Sudarman, setiap hari setidaknya 17 truk mengangkut sampah masuk ke TPA Gunungsantri.

“Dalam satu hari, satu truk mengangkut sekitar 6 kubik sampah, dan satu mobil paling sedikit dua kali bolak balik kemari,” katanya.

TPA Gunungsantri diprediksi masih dapat beroperasi hingga sepuluh tahun mendatang. Dia menyebutkan, masih ada sekitar 500 meter persegi lahan di TPA Gunungsantri yang masih kosong dan dapat dioptimalkan untuk menyimpan sampah.

Namun begitu, pihaknya tetap memandang perlu ada TPA lain yang menampung sampah-sampah tersebut. Apalagi, status tanah TPA Gunungsantri masih sewa kepada pemerintah desa. Pemkab maupun Pemprov tidak diperkenankan mengambil alih.

Oleh karena itu, Pemkab Cirebon akan membeli tanah di lokasi eks Galian C di Gemulung. “Tapi TPA Gunungsantri tetap akan difungsikan sebagai pembuangan akhir untuk wilayah barat Kabupaten Cirebon. Sementara di Gemulung bisa jadi untuk sampah wilayah timur,” ujarnya.

Di Kabupaten Cirebon sendiri, sampah terbanyak berasal dari rumah tangga dan pasar. Dari kesemua sampah yang ada, 50 persen di antaranya berjenis plastik. Menurut Dedi, setiap tahun terjadi peningkatan sampah plastik, di mana berdasar hitungan statistik setiap orang membuang sampah plastik sekitar 2,5 liter.

Pihaknya menggunakan metode pengomposan dengan cara mengubah sampah plastik untuk dijadikan biji plastik. Pengelolaan sampah di Kabupaten Cirebon sejauh ini masih berupa sanitary landfill, di mana sampah yang dibuang diurug tanah secara berlapis.

Sementara itu, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra menilai TPA Gunungsantri masih layak. Satu hal yang disorotinya berupa akses jalan menuju TPA yang diakuinya berkualitas buruk.

“Jalan kesana kondisinya masih jelek, berlubang, berlumpur saat hujan dan licin, serta bergelombang. Kami akan perhatikan ini dan membangun akses yang lebih baik supaya truk pengangkut sampah bisa lewat dengan nyaman,” tuturnya.

Dia menjanjikan pembangunan TPA di kawasan Gemulung akan segera terwujud. “Jika memungkinkan, lahan eks Galian C di kawasan itu akan dibeli dan pemkab akan menyiapkan anggarannya,” tutupnya.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s