PT Pelindo II Cirebon Akan Sterilkan Area Pelabuhan

Sosialisasi ISPS Code di Hoten Grand Tryas Cirebon.
Sosialisasi ISPS Code di Hotel Grand Tryas Cirebon.

(Suara Gratia)Cirebon – Pelabuhan Muara Jati Cirebon mesti menjadi area steril, dimana wilayah ini tidak boleh dimasuki sembarang orang terlebih yang tidak memiliki kepentingan apapun. Pelabuhan Cirebon yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, selama ini diketahui mudah sekali dimasuki sembarang orang dengan berbagai tujuan dari rekreasi, menyalurkan hobi hingga mencari nafkah. Tidak ada pemeriksaan sedikit pun yang dilakukan pada kendaraan roda dua dan empat milik warga dan pekerja yang memasuki Pelabuhan Cirebon, dengan leluasa siapa saja dapat masuk ke Pelabuhan.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Cirebon Marwan menyatakan, pelabuhan merupakan obyek vital dan sumber ekonomi yang perlu dilindungi dan diamankan dari orang-orang yang tidak berkepentingan di dalamnya.

“Pelabuhan memiliki proteksi aturan-aturan internasional, orang boleh masuk tapi harus diperiksa,” tuturnya saat ditemui disela “Sosialisasi  International Ship Security and Port Facility Code (ISPS Code)” di Hotel Grand Tryas Kota Cirebon, Kamis 29 April 2014.

Marwan menerangkan, ISPS Code sudah diberlakukan di Pelabuhan Cirebon oleh PT Pelindo II (Persero) bersama instansi terkait, tahap awal sosialisasi kepada masyarakat di area Pelabuhan adalah dengan memasang spanduk-spanduk dan papan pengumuman guna menciptakan keamanan bersama di Pelabuhan.

“Peningkatan keamanan di Pelabuhan sudah dilakukan, bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI,” terangnya.

Salah satu peserta yang juga pengusaha dock di Pelabuhan Cirebon Burhanudin mengaku, selama ini pengamanan di Pelabuhan Cirebon sangat minim, karena menurutnya siapa pun dapat masuk area Pelabuhan dengan mudah, bahkan ada serombongan anak-anak sekolah rekreasi di sekitar pelabuhan.

Ia melanjutkan, sejumlah tempat di pelabuhan bahkan dijadikan tempat mesum sepasang muda-mudi yang dimabuk asmara. Dirinya merasa khawatir Pelabuhan menjadi tempat yang rawan aksi kejahatan.

“Pelabuhan kayak tempat rekreasi, banyak pengunjung yang masuk tanpa retribusi dan maksud yang jelas,” tuturnya.

Di tempat yang sama Manager Operasional PT Pelindo II (Persero) Cirebon Yossianus Marciano mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap sosialisasi pemberlakuan ISPS Code di Pelabuhan Cirebon. “Saat ini security sudah memberikan sosialisasi secara langsung kepada warga yang memasuki area Pelabuhan melalui teguran,” bebernya.

Menurutnya, pelabuhan merupakan daerah steril, seluruh negara sudah mengimplementasikan ISPS sejak tahun 2004, jika Pelabuhan Cirebon tidak mengimplementasikannya maka kapal Indonesia akan ditolak pelabuhan di negara tujuan dan pelabuhan Indonesia tidak akan dimasuki kapal asing. “Dampaknya sangat fatal buat kita,” imbuhnya.(Frans C. Mokalu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s