Wali Kota Cirebon Sidak UN Hari Pertama

Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno (ketiga dari kiri), didampingi Muspida saat sidak UN di sejumlah SMP.
Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno (ketiga dari kiri), didampingi Muspida saat sidak UN di sejumlah SMP.

(Suara Gratia)Cirebon – Walikota Cirebon, H Ano Sutrisno melakukan inspeksi mendadak (sidak) memantau hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2014, Kemarin (Senin 5/5). Didampingi beberapa muspida Kota Cirebon, H Ano Sutrisno meninjau secara langsung siswa-siswa yang sedang mengikuti ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Pemerintah Kota Cirebon melakukan sidak ke beberapa sekolah yaitu, SMPN 6, SMPN 4, SMP Kristen Penabur, dan SMP Wahidin. Ano mengatakan, pada pelaksanaan UN di tingkat SMP hampir seluruh siswa di Kota Cirebon mengikuti ujian di sekolah. Dikatakannya, pada saat sidak di beberapa sekolah, pelakasanaan UN berjalan dengan baik dan tanpa ada hambatan apapun. “Nampaknya pelaksanaan UN di tingkat SMP berjalan aman dan tidak ada masalah,” katanya.

Saat sidak berlangsung, Ano mengakui ada beberapa kesalahan teknis dalam pembagian soal yang dibagikan kepada peserta ujian. Ia menjelaskan, pada saat pembagian soal, ditemukan beberapa soal yang mengalami ralat sehingga membuat kepanikan siswa yang akan mengerjakan soal UN. “Soal nomor 13 itu, memuat isi soal tentang Jokowi sehingga harus ada revisi dari balitbang dan kemendikbud,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Wahyo mengimbau kepada semua kepala sekolah yang ditemuinya agar menyertakan surat keterangan ijin dokter jika ada peserta ujian yang mengalami sakit saat ujian berlangsung. Hal itu dimaksudkan agar pihak sekolah tidak melakukan pembiaran kepada siswa yang  sedang berhalangan mengikuti ujian.

Wahyo mengatakan, surat keterangan ijin sakit itu diperlukan bagi siswa yang akan mengikuti ujian susulan. “Kalau memang siswa berhalangan hadir karena sakit maka diperbolehkan ikut ujian susulan, kalau tidak ada surat keterangan sakit, maka pihak sekolah bisa dituntut” ungkapnya.

Sementara Kepala SMP Penabur, Jun Kristyadi mengatakan seluruh siswanya bisa mengikuti ujian dengan tenang pada hari pertama UN. Ia membenarkan, jika pada hari pertama ujian matapelajaran Bahasa Indonesia itu ditemukan kendala mengenai adanya revisi soal.

“Ada beberapa siswa yang mendapat soal yang  memuat nama Jokowi, suasana cukup membuat kerepotan pengawas UN,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan Kepala MTsN Cirebon 1, Drs H Didin Abidin bahwa pelaksanaan UN di sekolahnya  tidak ada masalah, namun ia mengeluhkan dengan keadaan sekolah yang rawan terkena banjir, jika hujan lebat terjadi. Ia mengkhwatirkan, apabila akan terjadi hujan saat pelaksanaan ujian di MTsN Cirebon 1 untuk dua hari ke depan. “Mudah-mudahan sisa waktu pelakasanan UN selanjutnya tidak akan terjandi hujan besar, karena sekolah ini rawan banjir,” terangnya. (Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s