Pelajar, Konsumen Potensial Pengedar Ganja di Cirebon

Ribuan barang bukti narkoba dan minuman keras dihancurkan di Mapolres Cirebon Kota.
Ribuan barang bukti narkoba dan minuman keras dihancurkan di Mapolres Cirebon Kota.

(Suara Gratia)Cirebon – Narkoba jenis ganja menjadi salah satu barang haram yang marak digunakan kalangan pelajar di Kabupaten Cirebon. Meski begitu, hingga kini belum satu pun pelajar yang diamankan Polres Cirebon Kabupaten.

Tak sedikit pengedar yang ditangkap mengakui konsumen mereka berstatus pelajar, mulai SMP hingga SMA. Namun, Kasubag Humas Polres Cirebon Kabupaten AKP Iwan Gunawan menyatakan, sampai saat ini belum ada satu pun pelajar yang diamankan terkait penyalahgunaan narkoba.

“Baru-baru ini kami mengamankan seorang kuli bangunan yang memakai dan mengedarkan ganja. Salah satu sasarannya pelajar,” ungkap dia.

Kuli bangunan dimaksud adalah K (41 tahun), warga Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, ditangkap Minggu (4/5) malam di kediamannya. Dari tangan tersangka, pihaknya mengamankan sepuluh paket daun ganja kering yang dibungkus kertas nasi seharga Rp 50ribu, serta dua linting daun ganja kering siap pakai.

Selain mengedarkan ke tetangga sekitar, tersangka juga menjualnya kepada pelajar. Transaksi rata-rata dilakukan secara langsung. KBO Narkoba Polres Cirebon Kabupaten Aiptu Jarir S tak menampik penggunaan ganja di kalangan pelajar.

“Banyak sih tidak, tapi ada. Rata-rata pelajar menggunakan narkoba jenis ganja,” beber dia.

Tersangka sendiri saat diperiksa mengakui ada pelajar yang kerap membeli ganja darinya. Pembeli pelajar rata-rata berusia SMP dan dia mengelak mengetahui status pembelinya saat transaksi.

“Saya tidak tahu pembeli saya pelajar atau bukan, asal membeli ya saya layani,” cetus dia yang mengaku mendapat ganja dari seseorang di Desa Gembongan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon.

Tersangka dijerat UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun atau seumur hidup. Pada bagian lain, sedikitnya 840 botol minuman beralkohol (mihol) tanpa izin yang akan diedarkan ke warung-warung di Kabupaten Cirebon disita jajaran Satuan Narkoba Polres Cirebon Kabupaten.

Ratusan botol mihol itu disita polisi dari sebuah mobil boks Mitsubishi SS E 8147 VJ di Jalan Raya Beber, Kabupaten Cirebon, Rabu (7/5) petang. Saat diamankan, botol-botol beragam merk itu terkemas rapi dalam 70 dus dan siap edar.

“Ketika sedang patroli, kami dapat info dari masyarakat ada pengedaran miras ke warung-warung. Kami pun menemukan mobil boks yang dicurigai dan setelah diperiksa, tersangka tak bisa menunjukkan dokumen resmi peredaran miras itu sehingga kami amankan,” papar Kasat Narkoba Polres Cirebon Kabupaten AKP Hartono.

 

Ke-840 botol miras itu terdiri dari 528 botol miras jenis bir putih merk, 192 botol miras jenis bir hitam merk, dan 156 botol jenis bir hitam merk Stouts. Selain ratusan botol miras dan satu unit mobil, pengemudi mobil boks, Abdul Hamid (38 tahun) warga Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pun turut diamankan.

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut dia, miras tersebut diperoleh dari seseorang asal Kecamatan Pasalah, Kabupaten Majalengka. Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan daerah sasaran peredaran miras-miras tersebut.

Namun dia berjanji akan mendalaminya. Menurut dia, Hamid melanggar Pasal 8 Perda Kabupaten Cirebon No 1 Tahun 2002. Tersangka kedapatan membawa, menyimpan, dan mengedarkan miras tanpa izin.(Frans C. Mokalu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s